Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Wooo, Kades Mutasi Sekdes Jadi Kadus

Wooo, Kades Mutasi Sekdes Jadi Kadus

Gorontalo, Menit7.com – Ini adalah peristiwa langka terjadi. Kapaka desa Ombulo Tango, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. melakukan mutasi pada aparat desanya. Sekertaris Desa (sekdrs) dimutasi menjadi kepala Dusun (Kadus)

Akibat peristiwa ini mendapst sorotan dari madyarakat setempat. Pasalnya, mutasi jabatan tersebut dinilai oleh masyarakat sebagai perampasan hak-hak Perangkat Desa.

Saat melakukan mutasi jabatan tersebut, tidak ada penjelasan dari Kades kepada Perangkat Desa dan juga masyarakat. Sangkades hanya mengirimkan pemberitahuan melalui surat kepada para Perangkat Desa yang dimutasi.

Anehnya, menurut pengakuan beberapa warga masyarakat, mutasi jabatan tersebut dilakukan oleh Kades dimasa jabatannya yang baru menjelang 2 (dua) minggu setelah pelantikannya pada tanggal 25 November 2019 beberapa waktu.

“Pihak masyarakat mempertanyakan, minta kejelasan tentang masalah tersebut,” ujar Anis Malik, salah satu perwakilan masyarakat, kepada para Wartawan, Selasa (11/2/2020).

“Masyarakat menilai ini adalah perampasan hak, karena tidak ada kejelasan,” sambung Anis.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, mutasi jabatan perangkat Desa Ombulo Tango tersebut diantaranya adalah Sekretaris Desa (Sekdes) dipindahkan jadi Kepala Dusun (Kadus) Ombulo, Kadus Ombulo jadi Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan, Kasi Pelayanan jadi Kepala Urusan (Kaur) Perencanaan dan Kaur Perencanaan jadi Sekdes baru (saat ini, red)

Kades Ombulo Tango, Yusriman Djamalu, S.Pd saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan, terkait persoalan tersebut pihaknya telah melakukan konfirmasi dan telah mengkonsultasikan kepada Pemerintah Kecamatan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) setempat.

Menurutnya karena dasar aturannya Permendagri Nomor 67, Kepala Desa (Kades, red) itu berwewenang mengangkat dan memberhentikan Perangkat Desa. Kemudian Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 Pasal 22 kalau tidak salah, yaitu berbunyi Kepala Desa berwenang mengangkat dan memberhentikan, jelas Yusriman.

“Itu kan hak saya. Artinya begini, itu kan berdasarkan aturan regulasi. Mau alasan apapun itu hak saya. Mau alasan A B C D itu hak saya Pak,” pungkasnya. (Tim)

2,942 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan