Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Wooh…Perokok di Indonesia Habiskan Rp1 Trilliun Setiap Hari

Wooh…Perokok di Indonesia Habiskan Rp1 Trilliun Setiap Hari

MENIT7.Com – Di Indonesia ada berapakah jumlah perokok aktif ?, pertanyaan itu sering terdengar. Ternyata ada sekira 90 juta orang perokok aktif, itu pun hasil Riskesdas Kementrian Kesehatan medio tahun 2013.

Kemudian berapa uang yang mereka habiskan untuk membeli rokok setiap hari, jika estimasi perokok 12,3 batang per hari dengan harga hanya Rp1.000  per batangnya. Maka untuk beli rokok saja setiap hari mencapai Rp1 Triliun.

Hal ini dikatakan OK Syahputra Harianda, Kordinator Program Penmgendalian Tembakau Yayasan Pusaka Indonesia saat berada di Medan belum lama ini.

Dikutip dari Antara Medan, kata Harianda, setiap tahun kemungkinan naik karena data perokok cenderung naik, bisa jadi belanja roko di Indonesia naik.

Mengenai perokok Kementrian Kesehatan ada pada kepentingan berbeda, ketimbang instansi lain, seperti Kementrian Keuangan atau Kementrian Perdagangan. Untuk itu , kata dia, penting sekali pajak rokok digunakan untuk pembiayaan kesehatan.

Pajak rokok adalah pungutan atas cukai rokok yang dipungut instansi pemerintah pusat yang kemudian disetor kembali ke Rekening Kas Umum Daerah provinsi berdasarkan jumlah penduduk dan selanjutnya ditransfer ke kabupaten/kota.

“Penetapan pajak rokok dimaksudkan juga untuk mengoptimalkan pelayanan pemerintah daerah dalam menyediakan pelayanan kesehatan masyarakat,” katanya.

Selain untuk meningkatkan PAD, sambungnya, tujuan utama penerapan pajak rokok adalah untuk mengurangi konsumsi rokok, mengurangi peredaran rokok ilegal serta melindungi masyarakat atas dampak buruk yang ditimbulkan rokok.

“Itu mengapa sangat penting ada KTR yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari paparan asap rokok orang lain,” katanya.

Menurut dia, Aplikasi Pantau KTR sangat diperlukan karena bertujuan untuk memudahkan masyarakat agar terlibat dalam melakukan pemantauan dan monitoring implementasi Perda KTR.

“Peran masyarakat sagat diharapkan untuk melaporkan jika terjadi pelanggaran terhadap Perda KTR dan laporan itu diharapkan menjadi evaluasi bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab mengawasi Perda KTR dan selanjutnya dapat mengambil tindakan, langkah antisipasi dan pemberian sanksi,” tandasnya.

# Sumber: Antara.

2,834 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan