Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Wartawan Diancam, IWO Akan Lapor ke Polda Kepri

Wartawan Diancam, IWO Akan Lapor ke Polda Kepri

BATAM, M7 – Tindakan dilakukan oknum anggota Panitia Seleksi (Pansel) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepri, berinisial AL atas tindakannya mengancam wartawan Gurindam.tv pada Rabu malam 9 Agustus lalu. Akan dilaporak ke Polda Kepri.

Hal itu disampaikan Ketua DPW IWO Kepri, Rudiarjo Pangaribuan di Batam, Jumat (11/8/2017) lewat pesan rilisnya via WathShapp(WA)

Rudi akan menindak lanjuti, tindakan yang dilakukan AL, ia mengatakan, janganlah terlalu berlebihan dalam hal menyikapi pemberitaan media massa. Sebab, hal ihwal yang disampaikan pada pemberitaan tersebut setelah diselidiki oleh dewan etik IWO Kepri berdasarkan fakta dan data.

“Yang disampaikan dalam pemberitaan tersebut kan berdasarkan fakta dan data, kenapa harus marah kalau memang tidak ada apa-apanya,” ujar Rudi.

Seharusnya, kata Rudi, sebagai salah satu pihak yang mengemban amanah publik haruslah memiliki jiwa yang bersih dan bernilai kebijaksanaan yang cukup tinggi sehingga siap menerima segala masukan ataupun kritikan dari masyarakat terkait tugas yang diembannya itu.

“Jangan pula dikritik atau dipertanyakan sekali langsung emosi, marah dan lain sebagainya, kelihatan betul bahwa yang bersangkutan belum siap mengemban amanah publik,kasus ini saya akan laporkan ke Polda Kepri” terang Rudi.

Diberitakan sebelumnya, AL melakukan pengancaman kepada salah satu wartawan Gurindam.tv juga tercatat sebagai anggota aktif IWO Kepri.

Senada dikatakan, Ketua Advokasi dan Hukum DPW IWO Kepri, Jerry Fernandez menegaskan, atas adanya ancaman itu, IWO Kepri akan melaporkan oknum Pansel tersebut kepada pihak berwajib dalam hal ini Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri).

Dalam waktu dekat lanjut Jerry, pihaknya segera melaporkan AL ke Polda Kepri karena berdasarkan bukti yang ada serta analisa dari Tim Advokasi, sudah sangat jelas dan nyata tindakan AL itu memenuhi unsur-unsur dalam tindak pidana pengancaman sebagaimana dimaksud pasal 29 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi & Transaksi Elektronik.

“Dalam pasal 45 ayat (3) nya diancam 4 tahun itu, biar ada efek jera saja,” terang Jerry.(Rd/M7 1)

2,198 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan