Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Warga Tagih Janji Kontraktor Pertagas

Warga Tagih Janji Kontraktor Pertagas

JAWA TIMUR, MENIT7.com – Kondisi Jalan Mayjend Sungkono, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, semakin memprihatinkan.

Pasalnya, sepanjang jalan industri dan protokol yang dilalui proyek galian penanaman pipa gas tersebut, dipenuhi banyak kubangan. Arus lalu lintas pun bertambah macet akibat adanya penyempitan ruas jalan.

Parahnya lagi kerusakan jalan ini, banyaknya menelan korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan terjadi 80 persen disebabkan kondisi jalan yang semakin rusak parah.

Selain Jalan Mayjend Sungkono, kerusakan serupa juga terjadi di Jalan Prambangan – Kedanyang, Kecamatan Kebomas. Bahkan di jalan ini, jauh lebih parah karena saat hujan turun, praktis sepanjang jalan tersebut, licin, berlumpur bak bubur.

Kamis (25/1/2018), Forum Peduli Jalan Mayjend Sungkono mengakui kerusakan jalan di dua lokasi tersebut disebabkan galian proyek pipa gas milik Pertagas.

Sekretaris Forum Peduli Jalan Mayjend Sungkono Gresik Nasrun Kuroi megatakan bahwa janji pihak PT KWRK kontraktor proyek milik Pertagas ini dipertanyakan warga.

“Kan perwakilan KWRK yang ikut hadir pertemuam pada Sabtu (9/12/2017) lalu, mereka janji akan menutup semua lubang di jalan eks galian proyek penanamam pipa gas. Tapi faktanya, tidak ada, malah tambah parah,” ujar Nasrun Kuroi.

Syahori, warga Desa Sukorejo yang juga Ketua Forum Peduli Jalan menyesalkan janji pihak PT KWRK yang tidak ditepati. Padahal, pihak kontraktor tersebut menyanggupi menutup eks galian proyek penyebab jalan rusak parah dan menelan korban jiwa akibat kecelakaan.

“Tentu kita sesalkan pihak KWRK yang tidak memenuhi janjinya saat pertemuan dengan para kepala desa yang dilewati jalur pipa gas Pertagas di Desa Sukorejo,” katanya.

Seperti diketahui, kondisi Jalan Mayjend Sungkono dan Jalan Prambangan – Kedanyang, rusak akibat dilalui proyek penanaman pipa gas. Di Jalan Prambangan – Kedanyang, seluruh aspal sepanjang belasan kilometer terkelupas. Akibat pipa gas tersebut ditanam di tengah jalan. Padahal jalan ini akses utama masyarakat setempat. Kini jalan ini, kondisinya berlumpur dan licin.

Sementara di Jalan Mayjend Sungkono, kondisinya beda dengan Jalan Prambangan – Kedanyang, namun jalan utama tersebut terdapat banyak kubangan menganga.

Humas KWRK Sunyoto, mengklaim perbaikan jalan yang rusak akibat proyek galian pipa gas milik Pertagas, adalah tanggung jawab Dinas Pekerjaam Umum Gresik.

“Kami kan sudah sepakat demgam pihak Dinas Pekerjaan Umum Gresik, yang menangani perbaikan jalan yang dilalui proyek kami,” terang Sunyoto.

Perbaikan ini diserahkan ke Dinas Pekerjaan Umum Gresik timpal Manager Produksi KWRK Agung karena Dinas Pekerjaan Umum inilah yang lebih paham spesifikasi jalan tersebut. #Abdul M Latif/M7m

3,086 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan