Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Warga Mengeluh, Jalan seperti Sawah

Warga Mengeluh, Jalan seperti Sawah

TENGGARONG, MENIT7.com – Nasib Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur, bisa dikatakan cukup tragis. Kendati dikenal memiliki banyak Sumber Daya Alam (SDA), tapi pembangunan daerah kaya ini masih tertinggal. Terutama sejumlah kecamatan wilayah pedalaman, seperti Kota Bangun, Kenohan, Kembang Janggut sampai Tabang.

Setelah Jembatan Martadipura Kota Bangun berfungsi, terkini keluhan warga adalah kerusakan jalan sepanjang 30 Kilometer (Km) terletak di Desa Sebelimbingan. Padahal jalan tersebut menjadi penghubung utama jalur darat Kota Bangun ke Desa Tuana Tuha, Kecamatan Kenohan.

“Inilah kenyataan tentang nasib kabupaten kaya di Kaltim, penyumbang Migas terbesar untuk negara, tapi jalan di sejumlah kecamatannya sangat memprihatinkan. Menyerupai kubangan lumpur setiap diguyur hujan sehingga tak bisa dilewati kendaraan,” ungkap Hermanto, seorang warga ketika harus menggagalkan perjalanan usahanya ke Kecamatan Kembang Janggut karena tak bisa melintas jalan Desa Sebelimbingan, belum lama ini.

Kemarin pria 40 tahun itu bermaksud menjemput alat berat di bilangan Kembang Janggut. Namun karena badan jalan poros di Sebelimbingan jadi kubangan lumpur setelah diguyur hujan, maka trailer atau truk gandeng Hermanto tidak bisa melintas.

“Ya terpaksa balik kanan (pulang, red) dulu, tidak bisa lanjut ke Kembang Janggut dengan kondisi jalan becek begini,” katanya.

Sejumlah warga lain menuturkan, jalanan rusak di Sebelimbingan itu bisa kembali dilewati setelah 3 cuaca panas. Ketika itulah kubangan lumpur mengering dan badan jalan dapat dilalui kendaraan bermotor. Kerusakan terparah berada sekitar 1 Km dari Jembatan Martadipura Kota Bangun.

“Kalau cuaca panas kami masih bisa lewat. Tapi jika hujan, ya jangan coba-coba lewat,” tambah Hendra, warga setempat.

Belakangan ini masyarakat wilayah ulu Kukar terus mengeluhkan kondisi badan jalan sepanjang 30 Km di Sebelimbingan menuju Tuana Tuha. Pasalnya jalan poros menghubungkan Kota Bangun sampai Kecamatan Kembang Janggut serta Tabang di kawasan paling ujung Kukar ini, rusak parah.

Sedianya Pemkab Kukar melalui OPD terkait bisa melaksanakan perbaikan jalan tersebut, tapi kini masih menunggu transfer dana dari pemerintah pusat.

“Proyek itu terhambat akibat defisit keuangan daerah, karena pusat belum ada transfer dana dari pusat. Sementara ini kami juga mengupayakan jalan keluar secara alternatif, seperti melibatkan pihak swasta untuk melakukan perbaikan pada jalanan rusak tersebut,” kata Ketua DPRD Kukar, Salehuddin.#*/SP/ed M7.

3,530 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan