Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Wagub: Menjadi Relawan PMI Sangat Berat

Wagub: Menjadi Relawan PMI Sangat Berat

Mamuju,Menit7.com- Ketua PMI Sulbar periode 2013-2018, Enny Anggeraini Anwar mengemukakan PMI merupakan panggilan kemanusiaan dari organisasi sosial yang mengarah kemasyarakatan harus bergerak cepat tanpa mengenal lelah. Hal itu dikatakan  Enny saat  menghadiri  MusProv III PMI  Sulbar.

“Alhamdulillah PMI ini adalah organisasi kemanusiaan selama kepemimpinan, saya hanya menjalankan perintah dan tugas atasan bahwa PMI adalah demi kemasyarakatan dan tanpa mengenal lelah Alhamdulillah selama lima tahun kami memimpin sudah banyak kami lakukan serta kami kerjakan dan jangan katakan kita bantu tetapi tugas kemanusiaan selain itu PMI bukan hanya soal donor darah tapi berbagai bencana kita hadapi ucap Enny

Setelah Musprov III terlaksana yang berlangsung tiga hari di Maleo Town Square dan sesuai dengan pertimbangan para relawan Kabupaten yang turut hadir maka Enny Anggeraini Anwar terpilih kembali menjadi Ketua Pengurus PMI Sulbar periode 2018-2023

Palang merah indonesia merupakan asas kemanusian yang bersifat panggilan jiwa, dimana kelahirannya sama saat hari HUT RI diselenggarakan sehingga PMI berumur 17 tahun persis dengan umur Indonesia.

Menjadi relawan PMI sangatlah berat organisasi ini bukan sembarangan dimana PMI adalah suatu perjuangan yang telah Soekarno mantan presiden RI pertama yang mempunyai tujuh prinsip dasar yaitu kemanusiaan, kesamaan, kesukarelaan, kemandirian, kesatuan, kenetralan, kesemestaan.

Pada musprov III yang diselenggarakan dari tanggal 30 september hingga 01 September turut dihadiri relawan PMI dari enam kabupaten terdiri dari Polewali, Majene, Mamuju, Mamuju Tengah, Pasangkayu, Mamasa. Dalam agenda Musprov III digelar pemelihan ketua baru PMI Sulbar serta penyusunan kegiatan bersama pengurus baru lalu akan dilakukan rapat berikutnya.

Asisten III bidang Administrasi Pemprov Sulbar, Jamila slogan setetes darah adalah nyawa bagi sesama menggambarkan suatu panggilan jiwa kemanusiaan yang harus dipertanggung jawabkan sebagai seorang relawan PMI

” Setetes darah adalah nyawa bagi sesama, dari slogan tersebut dapat menjadi suatu gambaran bahwa PMI melaksanakan tugas pokok kemanusian terhadap masyarakat dan kami pandang sangat strategis untuk mengevaluasi dan mempertanggung jawabkan yang telah lalu dan terus berupaya meningkatkan kinerja organisasi serta kualitas pelayanan PMI kepada masyarakat diharapkan tepat sasaran disetiap kegiatan kemanusiaan dan juga dapat bersinergi dengan lembaga lain baik itu BNPB, TAGANA, maupun serta senantiasa berupaya menciptakan komitmen untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia demi terwujudnya masyarakat Sulawesi Barat yang sejahtera “. Kata Asisten III Sulbar, Jamila

Harapan Muhammad Muas selaku pengurus PMI pusat mengatakan para pengurus Palang Merah Indonesia khususnya perwakilan Provinsi Sulbar dapat bekerja secara sungguh-sungguh bila perlu mengajak anak muda untuk menjadi kepengurusan sehingga dapat melanjutkan program pemerintah agar dapat melanjutkan perjungan pemerintah daerah setempat ataupun pemerintah pusat, contoh target pentingnya adalah pembangunan posko demi pelayanan masyarakat yang membutuhkan pertolongan semua itu harus memiliki dukungan pemerintah .

“sekarang undang-undang PMI sudah ada, bunyinya pemerintah harus mensosialisasikan PMI kepada masyarakat maka dari itu pemerintah harus ikut andil dalam tugas PMI jadi bukan hanya relawan saja tetapi pemerintah setempat juga turun tangan dalam setiap kegiatan relawan PMI bila perlu ajak anak muda yang ada dimana mereka adalah masa depan untuk memperjuangankan program-program pemerintah dalam bidang pertolongan kemanusian apalagi saudara kita yang membutuhkan uluran tangan tim medis contohnya wilayah Lombok yang memakan korban meninggal saat luka parah dalam tertimpa robohan bangunan atau pun luka berat lainnya. Ucap Muhammad Muas

Ketua PMI Sulbar periode 2013-2018, Enny Anggeraini Anwar mengemukakan PMI merupakan panggilan kemanusiaan dari organisasi sosial yang mengarah kemasyarakatan harus bergerak cepat tanpa mengenal lelah

“Alhamdulillah PMI ini adalah organisasi kemanusiaan selama kepemimpinan, saya hanya menjalankan perintah dan tugas atasan bahwa PMI adalah demi kemasyarakatan dan tanpa mengenal lelah Alhamdulillah selama lima tahun kami memimpin sudah banyak kami lakukan serta kami kerjakan dan jangan katakan kita bantu tetapi tugas kemanusiaan selain itu PMI bukan hanya soal donor darah tapi berbagai bencana kita hadapi ucap Enny

Setelah Musprov III terlaksana yang berlangsung tiga hari di Maleo Town Square dan sesuai dengan pertimbangan para relawan Kabupaten yang turut hadir maka Enny Anggeraini Anwar terpilih kembali menjadi Ketua Pengurus PMI Sulbar periode 2018-2023

Turut hadir Wakil Gubernur Sulbar Enny Anggeraini Anwar sekaligus Ketua PMI Sulbar, Asisten III Bidang Administrasi, Jamila, Pengurus PMI Pusat Muhammad Muas, relawan PMI dari tiap kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Barat serta tamu undangan lainnya( iful/Kmf/m)

Top of Form

 

1,752 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan