Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

WAAH…Proyek Rumah Sakit Pratama Wonomulyo Terbengkalai?

WAAH…Proyek Rumah Sakit Pratama Wonomulyo Terbengkalai?

POLMAN,MENIT7.Com – Proyek pekerjaan pembangunan Rumah Sakit (RS) Pratama berada di Kecamatan Wonomolyo, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dinilai terbengkalai, akibat dana pembangunan sudah habis.

Kondisi ini, sudah berlangsung beberapa bulan, akibatnya rangka bangunan rumah sakit dan fasilitas lainnya telah dirambati rumput liar bahkan area RS Pratama sudah jadi tempat akhir pembungan sampah.

Seperti diketahui, bahwa masyarakat Polman akan memiliki kembali bangunan RS megah atas bantuan Kementerian kesehatan RI. Nama RS itu adalah RS Pratama Wonomolyo. Namun ditengah jalan, proyek pekerjaannya tiba-tiba terhenti dengan dasar salahsatu alasan. Sehingga induk bangunan RS yang baru pondasi, pembangunan rumah jabatan dokterpun juga ikut terbengkalai dan tidak terurus.

Diketahui, empat unit perumahan dokter yang menghabiskan anggaran negara sebesar Rp1.172.538.000. Selain pembangunan rumah dokter yang mubazir, dikethaui juga pengadaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) juga menghabiskan anggaran negara yang nilainya tidak sedikit dan dibiarkan begitu saja menjadi bak penampungan air hujan.

Meski Pemerintah dengan mata terbuka mengetahui kondisi pembangunan rumah sakit yang masih butuh biaya, Pemerintah Kabupaten Polman justru kembali membangun ruang rawat inap di RSUD Polewali saat ini dengan menggunakan anggaran sebesar Rp14 milliar.

Hal tersebut membuat tanda tanya besar keseriusan Pemerintah Kabupaten Polman dalam pembangunan rumah sakit Pratama yang sebelumnya ditarget oleh Pemkab dapat dioperasikan pada tahun 2018 yang tinggal beberapa bulan lagi.

Badan Peneliti Aset Negara Aliansi Indonesia (BPAN) Cabang Polewali Mandar mempertanyakan persoalan pembangunan yang terbengkalai serta proses pengadaannya.

“Kita juga mempertanyakan status tanah yang menjadi lokasi pembangunan rumah sakit, selain itu kita juga mempertanyakan kajian lingkungan hidupnya karena tidak jauh dari lokasi pembangunan itu ada pabrik gabah,” kata Indra Ketua BPAN Aliansi Indonesia Cabang Polman.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polman, Suaib Nawawi menjelaskan, bahwa anggaran pembangunan pondasi rumah sakit pratama itu memakan biaya yang cukup besar karena direncanakan persiapan lima tingkat, pondasi dibuat lebih besar sehingga dana Kemenkes yang turun menurutnya tidak cukup untuk melanjutkan pembangunan.

”Kita sudah konsultasikan ke Kementerian Kesehatan, dan Kemenkes mengatakan bahwa pembangunannya harus dilanjutkan dengan menggunakan APBD Kabupaten,” jelas Suaib Nawawi.

Ia menambahkan, bahwa Bupati Polman telah mengetahui hal tersebut, dan akan merespon kelanjutan pembangunan Rumah Sakit Pratama pertama di Polman tahun depan. Ia juga membenarkan, bahwa perumahan dokternya sudah jadi bahkan dua mobil untuk rumah sakit tersebut saat ini disimpan di gudang.

Sementara terkait lPAL nya yang dibiarkan begitu saja, kata dia, akan dilanjutkan di 2018 karena saat ini bupati tengah fokus untuk pembangunan kabupaten.

”Karena kita ingin naikkan kelasnya RSUD, sekarang dan kebutuhan lebih mendesak memang di sana karena dapat kita lihat sendiri saat ini RSUD sudah over kapasitas, jadi anggaran dititik beratkan kesana,” kata Suaib Nawawi.(Aj/M7)

3,940 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

46 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan