Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Waaaooo,,, KPK  Supervisi Kasus Korupsi di  Kejari Matra

Waaaooo,,, KPK  Supervisi Kasus Korupsi di  Kejari Matra
Tim supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi sedang melakukan rapat dengan tim Kejaksaan Negeri Mamuju Utara

PASANGKAYU, MENIT7.COM – Akibat berkas  bolak-balik, Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat, mendapat perhatian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dan melakukan supervisi ke Kantor Kejaksaan Negeri Mamuju Utara.

Tim Korsup KPK turun tangan melakukan gelar perkara dikantor Kejaksaan Negeri Mamuju Utara, Kabupaten Pasangkayu, dikarenakan kasus ini tak kunjung diterima  dengan alasan ada  alat bukti yang tidak bisa di penuhi penyidik Polres Mamuju Utara.

 

Kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan penggunaan dana Ganti Uang (GU) tahun anggaran 2013 di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Pasangkayu,  ini sudah bergulir sejak tahun 2014 silam. Dengan kasus ini telah menyeret bendahara Dinas perumahan  dan mendapatkan  vonis 1 tahun 8 bulan penjara.

 

Polres Mamuju Utara sejak Desember tahun 2016, kembali melakukan penyidikan  dan menyeret nama Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kabupaten Pasangkayu berinisial (AS).  Namun saat  penyilidikanini berjalan  di kepolisian dari unit tim Tipikor, mendapat kendala. Berkas Perkaranya yang dikirim ke Kejaksaan Negeri Mamuju Utara, ditolak Jaksa (P19). Bahkan kasus ini  sedkitinya  sudah tiga kali bolak-balik dari Polisi ke Kejaksaan.

 

Akibat kasusu tersebut, tim Unit  Koordinasi Supervisi (KORSUP) KPK turun tangan menangani dan mencari penyebab kasus dugaan korupsi ini mengalami P19 sebanyak tiga kali. Kasus ini sendiri juga telah digelar di kantor Polda Sulbar beberapa waktu lalu.

Ketua Tim KORSUP KPK  Fikri,   usai melakukan gelar perkara dikantor Kejaksaan  Negeri  Mamuju Utara  mengatakan, Pihaknya datangan  di kabupaten  Pasangkayu berkaitan dengan dugaan perkara korupsi dalam kegiatan penggunaan dana ganti uang (GU) tahun anggaran 2013 pada  Dinas pPerumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Pasangkayu yang ditangani oleh pihak Kepolisian  Mamuju Utara, terang Fikri.

Rombongan tim Supervisi KPK

Lanjut Fikri “kasus dugaan korupsi ini berkasnya bolak balik dari kejaksaan ke kepolisian sehingga saat ini pihak KPK, Kepolisian, Kejaksaan melakukan diskusi dan telah menemui titik temu. perkara ini mempunyai indikasi kuat sehingga akan ditindak sampai ada putusan inkra dan dalam waktu dekat akan berproses, katanya

Sementara Hidjaz Yunus Kepala Tindak Pidana Kusus Kejaksaan Negeri Mamuju Utara mengatakan, “kedatangan Tim dari KPK di kantor Kejaksaan dalam rangka memfasilitasi apa yang menjadi kendala sehingga kasus ini berkasnya bolak balik dari kejaksaan ke kepolisian,  kataHijaz.

 

Ia menjelaskan terkait bolak baliknya berkas sampai tiga kali P19 dikarenakan ada alat bukti yang belum dipenuhi oleh penyidik sehingga berkas kasus ini kami nyatakan belum lengkap karena adanya persepsi berbeda antara penyidik dan jaksa penuntut umum. Tutupnya Hijaz singkat.

 

Sementara itu, Kapolres Mamuju Utara, AKBP Made Ary Pradana, saat menghadiri Jumpa Pers antara Kapolda dengan Pers, di Polsek Kaluku, Kabupaten Mamuju, membenarkan adanya tim dari KPK, untuk melakukan gelar perkara di Kejaksaan ,namun pihak tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut, setelah kasus ini usai digelar di Polda Sulawesi  Barat, beberapa Minggu lalu (Joni/ ucheng)

 

154 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Nomor 4 MUHAMMAD QHAIRIL MUZAKKIR, SE

Dibagikan