Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Usir Wartawan Pakai Pengeras Suara,JOIN NTB Ancam Boikot Kemenag

Usir Wartawan Pakai Pengeras Suara,JOIN NTB Ancam Boikot Kemenag

LOMBOK TENGAH, MENIT7.com — Jurnalis Online Indonesia (JOIN) , Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengecam tindakan pengusiran wartawan dilakukan Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah H. Iskandar, saat acara ‘Sosialisasi Produk Hukum’ yang diselenggarakan Kejaksaan dan Kemenag Lombok Tengah, Kamis (12/4) lalu, di MTs Negeri 1 Praya, Lombok Tengah.

Sekwil JOIN wilayah NTB, Amrin, menegaskan sikap tidak terpuji itu, semestinya tidak dilakukan Kamenag, apalagi lewat pengeras suara.

Kata Amrin, wartawan merupakan mitra kerja pemerintah daerah. “Apa yang dilakukan Kemenag Lombok Tengah ini sangat telah menghalang-halangi kerja kerja pers dengan melanggar UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pokok Pers dan UU nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP). Perbuatan Kemenag itu dapat berkonsekuensi hukum,” tegasnya, (16/4).

Menurutnya, kerja pers memiliki stantard dan batasan peliputan serta kode etik pada saat menjalankan tugas di lapangan.

“Kami punya standar kerja pada saat peliputan. Yang tidak bisa diliput dan mengambil gambar seperti rapat pembahasan tentang keamanan negara, keamanan presiden saat melakukan kunjungan kerja, peradilan anak, rapat internal penyidik, sidang asusila serta menyangkut dengan rahasia negara. Kalau hanya pembahasan kelas kegiatan acara ‘Sosialisasi Produk Hukum’, saya rasa sangat keliru jika itu dibatasi dengan cara pengusiran wartawan,” jelas pria yang senang berorganisasi ini.

Lebih jauh dia menegaskan, jika Kemenag tidak segera mengklarifikasi dan meminta maaf kepada wartawan khususnya Radar Mandalika. Maka seluruh aktifitas kegiatan Kemenag akan diboikot dalam pemberitaan.

“Kemenag sudah mengusir wartawan dengan pengeras suara, itu artinya Kemenag Lombok Tengah sudah tidak mau bermitra lagi dengan media. Olehnya itu, kegiatan Kemenag akan diboikot dalam pemberitaannya untuk dipublikasi,” ancamnya.

Sekadar diketahui seperti dilansir beberapa media, pengusiran wartawan dikakukan Kemenag Lombok Tengah saat acara ‘Sosialisasi Produk Hukum’ yang diselenggarakan Kejaksaan dan Kemenag Lombok Tengah, Kamis (12/4) lalu, di MTs Negeri 1 Praya, Lombok Tengah.

H.Iskandar dengan sikap arogan mengusir sejumlah wartawan yang hendak meliput dan mengambil gambar acara ‘Sosialisasi Produk Hukum’ yang diselenggarakan Kejaksaan dan Kemenag Lombok Tengah, bertempat di MTs Negeri 1 Praya, Lombok Tengah. H.Iskandar dengan sengaja menggunakan pengeras suara mengusir para pemburu berita saat acara tersebut. #JOIN NTB/M7.

946 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

One Response

Tinggalkan Balasan

Dibagikan