Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Urus KTP Setahun, Pelayanan Dukcapil Mamuju Disorot

Urus KTP Setahun, Pelayanan Dukcapil Mamuju Disorot
Dikantor inilah banyak dikeluhkan warga, saat mengurus KTP bisa setahun lmanya. ( foto: ist)

Mamuju,Menit7.com-Pelayanan Dinas Kependudukan Catatan sipil (DUKCAPIL) Kabupaten Mamuju, tidak sehabat dengan Mottonya  “Melayani Dengan Hati, Sepenuh Hati, Dengan Hati-Hati Dan Tidak Sesuka Hati” Kantor ini  kini menjadi  sorotan  dan  banyak dikeluhkan masyarakat. Pasalnya  dalam pelayanan  pembuatan Kartu Tanda Penduduk , KK atau akta kelahiran bisa mengambil  waktu hingga setahun lamanya.

Buruknya pelayanan dikantor  Dukcapil Mamuju ini, diduga kuat ada permainan kongkalikong didalam. Ada dugaan  juga adanya mafia yang bermain dalam pengurusan KTP atau Kartu Keluarga  serta  dokumen lainnya. . Selain itu  pengambilan nomor antrian juga menjadi faktor   buruknya pelayanan. Karena masih  menggunakan sistem amnual, sehingga  nomor antrian bisa dimainkan oleh oknum tertentu. Pengambil nomor antrian juga kadang di buka pada jam 2 siang, dengan berbagai alasan  klasik, nomor antrian habis, masih menyambung nomor antrian yang kemarin belum selesai.

Didalam kantor tersebut,  tidak bisa dibedakan mana masyarakat yang ingin mengurus KTP, dan mana pengawai Dukcapil, mereka berbaur, sehingga pelayanan dalam kantor ini terkesan sembrawut,

Terkait buruknya pelayanan tersebut, Kepala Dinas Dukcapil Mamuju, Agung Pattola AP, S.IP, saat ditemuai dikantornya, mengatakan, bahwa itu merupakan pekerjaan rumah buat kami selaku Kadis baru apalagi kehadiran saya dikantor Dukcapil ini boleh dikata tergolong orang baru, dan meminta maaf kepada masyarakat, katanya.

Salah seoarang warga dari Kecamatan Tappalang, yang minta identitasnya  tidak disebutkan, mengatakan. Ia  sudah setahun lamanya mengurus  KTPnya hingga saat ini belum selasai juga. Dengan peristiwa ini dirinya  sudah banyak mengalami kerugian, terutama ongkos bolak-balik dari  Tappang ke kota Mamuju. Belum lagi kerugian waktu yang dialaminya, relah meninggalkan pekerjaannya untuk datang mengurus KTP. “ Saya sudah bosan dijanji-janji oleh  pegawai Dukcapil di sini,” katanya.( hamma/menit7)

 

252 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan