Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Tidak Miliki Izin Warga Keluhkan Pemurnian Emas Meggunakan Bahan Kimia Berbahaya

Tidak Miliki Izin Warga Keluhkan Pemurnian Emas Meggunakan Bahan Kimia Berbahaya

Gorontalo, Menit7.com – Salah satu tempat pemurnian emas,bdi Desa Jurriya, Kecamatan Bilato, Gorontalo, kini dikeluhkan warga setempat,.Warga kwatir jika limpanya yang mengalir ke sungai diminum oleh ternaknya bisa mati.

Selain itu usaha pemurnian emas ini menggunakan bahan kimia berbahaya, juga keberadaannya tidak memiliki izin dari pihak berwenang. Pemiliknya adalah Masykur Adam Salam, oknum Kades Totopo yang baru saja terpilih tahun 2019.

Berdasarkan pantauan Menit7.com, bahwa tempat pemurnian emas itu terletak di Desa Jurriya Kecamatan Bilato Kabupaten Gorontalo. Lokasinya tepat berada di dekat jalan dan sungai Kecamatan Bilato, berdekatan dengan pemukiman warga.

Di tempat pemurnian emas itu, diduga terdapat bahan kimia jenis sianida yang digunakan dalam kegiatan pemurnian emas tersebut. Nampak terlihat jelas pula tempat pembuangan limbah dari kegiatan pemurnian emas tersebut sangat terbuka dan berdekatan dengan sungai dan tidak jauh dari pemukiman warga.

Salah seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan itu mengaku, bahwa sebagian besar warga yang mengeluh adalah warga yang memiliki hewan ternak berupa sapi. Pasalnya, mereka khawatir, jika hewan ternak mereka akan meminum air di sungai dekat tempat pemurnian emas tersebut.

“Kan mo’oilu buti uwolo (akan meminum) sianida. Ey, mate to tambati (mati di tempat) sapi,” ujarnya, belum lama ini.

Ia menambahkan, bahwa pernah ada hewan ternak berupa sapi mengalami kematian di tempat setelah meminum air sungai dekat tempat pemurnian emas tersebut.

“Bak ini (tempat pembuangan limbah), soalnya ja a’amani uwito boyito (tidak aman itu tempatnya),” katanya.

Semenara itu, saat dikonfirmasi, pemilik tempat pemurnian emas, Masykur Adam Salam, mengakui bahwa tempat pemurnian emas itu adalah memang miliknya.

Selain itu Masykur mengaku tidak mengantongi izin, serta mengakui bahwa pada kegiatan pemurnian emas tersebut memang menggunakan bahan kimia Sianida. (RRK)

2,843 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan