Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Tersangka Mafia Proyek Akhirnya Ditahan Polda

Tersangka Mafia Proyek Akhirnya Ditahan Polda
Tersanga IRR (pakai topi) saat diperiksa di Polda Sulbar. (Foto-M7)

MAMUJU, MENIT7.Com – Tersangka kasus dugaan mafia proyek, IRR, akhirnya ditahan penyidik Polda Sulbar, Senin (2/10/2017).

Penahanan tersebut berdasarkan Perintah Penangkapan dan penahanan, Nomor. SP. ham/07X/2017/Ditreskrimum, tanggal 03 Oktober 2017. Ia disangka melanggar pasal 378 sub 372 jo 55 (1) ke 1 KUHP pidana. Penyidik melakukan penahanan karena dikwatirkan mengulagi perbuatannya atau melarikan diri.Tersangka akan ditahan 20 hari kedepan.

Korban Hardiana dan Abdullah warga kota Pare-pare, melaporkan tersangka IRR, karena proyek yang dijanjikan tidak kunjung ada sesuai dengan kesepakatan, sementara uang senilai Rp750 juta sudah diserahkan. Karena merasa curiga, korban Hardiana melaporkan ke Polda Sulbar. Dihadapan penyidik tersangka IRR mengakui telah menerima uang dari Hardiana sebagai dana operasional.

Kasubdit III Jatanras, AKBP Andi Mappijaji,SH mengatakan, penahanan tersangka bertujuan untuk kelancaran proses penyidikan, tidak mengulangi perbuatannya, serta dikwatirkan melarikan diri.

“Penahanan dilakukan 20 hari pertama dan bisa dilakukan perpanjangan sesuai dengan kebutuhan penyidikan,” kata Andi Mappejaji.

Tersangka IRR, sebelumnya beberapa kali melakukan pertemuan dengan korban di Makassar, guna meyakinkan korban bahwa dirinya bisa memenangkan beberapa paket proyek yang nilainya puluhan milliar, asalkan mau menyerahkan sejumlah uang. Untuk menyakinkan korban IRR berusaha menghadirkan Sekertaris ULP Sulbar, Andi Hilal. Namun belakangan diketahui Andi Hilal yang dipertemukan adalah Andi Hilal palsu. Hal itu terungkap, saat penyidik Polda melakukan komprontir antara korban dengan Andi Hilal sekertaris ULP yang asli.

“Bukan ini Andi Hilal yang dipertemukan dengan saya orang breok dan tinggi besar pak,” jelas korban saat dikomprontir di Mapolda beberapa Minggu lalu.
Sementara korban Hardiana kepada Menit7.com , mengatakan dirinya berani menyerahkan sejumlah uang karena meyakinkan caranya bahkan menyebut nama pejabat penting dari Sulbar.

“Saya serahkan uang senilai Rp750 juta dengan beberapa kali transfer, dan terakhir saya serahkan ATM Mandiri didalamnya berisi ratusan juta rupiah,” ungkapnya. (M7 1)

4,058 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

45 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan