Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Tangkal Radikalisme Melalui Medsos, LSM Jari Manis akan Gelar Diskusi

Tangkal Radikalisme Melalui Medsos, LSM Jari Manis akan Gelar Diskusi

MAMUJU, MENIT7.com — Perkembangan paham radikalisme saat ini kian tumbuh subur di media sosial (Medsos). Informasi dan teknologi dinilai menjadi ladang empuk kelompok radikalisme untuk menyebarkan pahamnya.

Hal itu diungkapkan Ketua LSM Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Provinsi Sulawesi Barat, Ashari Rauf, Minggu 1 April 2018.

Menurutnya, kelompok radikal dan bahkan teroris dalam banyak hal sangat diuntungkan dan menikmati kehadiran produk teknologi berbasis jaringan internet untuk kepentingan rekrutmen, media propaganda, pendidikan pelatihan dan pembinaan jaringan mereka.

Dengan demikian, kata dia, arus informasi dan keberadaan internet telah menjadi bagian penting dalam membentuk pemikiran, perbuatan, perilaku, sekaligus kebutuhan dasar hidup manusia.

“Jadi, Internet seperti telah menjadi wadah yang sangat pas karena penyebaran informasinya yang cukup cepat, dapat menjangkau khalayak luas, dan setiap orang sangat mudah untuk mengaksesnya. Melalui media internet juga, para kelompok radikal dan teroris bisa dengan mudah untuk merekrut anggota baru,” jelas Ashari.

Sekretaris Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sulbar ini juga mengaku, propaganda paham radikal jugadapat dilakukan dalam bentuk tulisan, video, dan ajakan-ajakan yang bisa disebarkan, baik melalui website, media sosial (Medos), blog dan sebagainya.

“Akibatnya, generasi kita terancam, masyarakat juga jadi terprovokasi melalui Informasi dan teknologi yang kian canggih itu. Olehnya, kita harus bangun kesadaran bersama, kita harus bangun sinerji, melakukan diseminasi, diskusi, membangun persepsi dan kesepahaman dan mencegahnya dengan kerja-kerja cepat,” urainya.

Ashari mengaku, melalui LSM Jaringan Masyarakat Non Partisan (Jari Manis) Sulbar, Senin 2 April besok akan dilaksanakan diskusi.

“Besok, kami bakal menggelar Focus Group Discussion. Kita gelar di Warkop Kanneq pada pukuk 13.00 Wita. Kita undangan Narasumber seperti Kapolda Sulbar, Ketua KIP Sulbar, Pengamat Media dan Akademisi Unika Mamuju,” sebutnya.

Tujuannya, kata mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Mamuju ini, agar masyarakat benar-benar memahami dengan baik tentang bahaya radikalisme dan Infiltrasinya melalui Informasi dan Teknologi (IT) di daerah ini.

“Sekaligus untuk menumbuhkan semangat, kesadaran dan komitmen bersama dalam upaya melawan dan menangkal radikalisme di Sulawesi Barat, dan mengoptimalkan sosialisasi secara berkesinambungan di lingkungan, di komunitas dan diorganisasi manapun agar senantiasa mengajak semua elemen menangkal paham radikalisme ini,” kunci Sekretaris GP Ansor Mamuju ini. (**)

1,534 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan