Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Tak Berizin dan Gunakan Kimia Berbahaya LSM Greenleaf Indonesia, Ancam Gugat Usaha Pemurnian Emas Milik Kades

Tak Berizin dan Gunakan Kimia Berbahaya LSM Greenleaf Indonesia, Ancam Gugat Usaha Pemurnian Emas Milik Kades

Gorontalo, Menit7.com – Kasus pemurnian emas di Desa Juriya Kecamatan Bilato, Gorontalo, yang diduga menggunakan bahan kimia berbahaya dan beracun (B3), kini mendapat sorotan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) setempat serta mengacam mengugat di Pengadilan

Seperti diberiran sebelumnya, usaha tersebut tidak memiliki izin dari pihak berwenang. Dan dakam operasinya diduga kuat menggunakan bahan kimia berbahaya.

Ironisnya pemilik usaha itu tak lain adalah oknum aparat. Mastkur Adam Salam Kepala Desa (Kades) Totopo Kecamatan Bilato yang baru saja dilantik.

Menurut Ketua Umum (Ketum) LSM Greenleaf Indonesia, yang bergerak dibidang Lingkungan Muchlis Harim, mengatakan dalam kegiatan di tempat pemurnian emas tersebut terindikasi menggunakan bahan kimia berbahaya dan beracun, Sianida dan karbon.

“Kami temukan tong pemurnian emas yang menggunakan bahan berbahaya sianida produk korea tanpa izin di Desa juriya kecamatan Bilato,” ujar Muchlis, Selasa (26/11/2019).

Muchlis menambahkan, bahwa penggunaan Sianida perlu diawasi oleh Pemerintah melalui pemantauan lingkungan, karena bensa ini adalah zat yang sangat berbahaya dan mematikan jika dikelola secara tidak profesional.

“Saat kami temui beberapa karyawan tidak safety, mereka tidak menggunakan masker, kacamata dan sarung tangan serta tidak menggunakan lengan panjang.

Padahal bahaya Sianida saat terkena mata dan kulit akan sangat cepat dan dapat mengakibatkan kematian dalam jangka waktu beberapa menit,” ungkap, Muhlis.

Jika lanjut Muhlis, jika seseorang terkena sianida dalam jumlah besar, Ia akan mengalami denyut jantung yang melambat, hilang kesadaran, kejang-kejang, kerusakan pada paru-paru, tekanan darah rendah dan mengalami gagal nafas hingga menyebabkan kematian.

“Oleh karena itu dengan temuan ini, kami akan menggugat pelaku ke pengadilan melalui pengacara Greenleaf, sebagai efek jera bagi pengusaha nakal yang tidak memperhatikan keselamatan karyawan dan lingkungan setempat,” tutup Muchlis. (RRK)

3,877 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan