Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Suami Doyan Kawin, Tonjok Mata Istri sampai Lebam

Suami Doyan Kawin, Tonjok Mata Istri sampai Lebam

SAMARINDA, MENIT7.com Percekocokan dalam rumah tangga sewajarnya adalah hal yang lumrah. Namun menjadi tidak wajar jika mengandung unsur kekerasan. Beberapa waktu terakhir, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menjadi salah satu kasus yang mendominasi diurus pihak kepolisian. Jika di Kutai Timur (Kutim) hingga mengakibatkan korban tewas di pihak istri, lainnya yang terjadi di Kota Tepian belum lama ini.

Seperti yang dialami seorang istri berinisial (SI) yang tinggal di Perumahan Batu Alam Permai (BAP), Jalan Juanda, Samarinda Ulu. SI mendapat perlakuan kasar dari sang suami berinisial (FT).

Padahal wanita 35 tahun itu sudah membuktikan kesetiaannya mendampingi sang suami hingga di puncak karir. Namun, dia justru mendapatkan perlakukan tak menyenangkan dari sang suami yang usianya 10 tahun lebih tua darinya.

Wajar jika SI marah besar kepada FT. karena bapak tiga anak itu tak lagi peduli dengan keluarganya. Maklum sejak tiga kali menikah lagi, FT jarang pulang ke rumahnya di Perumahan BAP.

Bukan hanya tak pernah pulang, FT juga tak memberi nafkah lahir. SI pun dibuat kebingungan membayar upah pekerja proyek properti yang merupakan anak buah suaminya.

SI tak tahan dimadu, apalagi dia kerap didatangi karyawan suaminya yang menagih upah. SI pun meradang begitu sang suami pulang ke rumah di suatu malam. Meski memedam kekesalan, SI berusaha menahan amarahnya hingga pagi menjelang. Seperti tak terjadi apa-apa, FT, SI dan dua anak mereka yang masih kecil pergi keluar rumah untuk mencari sarapan.

Seperti biasa SI yang mengemudikan mobil, sedangkan FT duduk di sebelah. Sedangkan dua anak mereka duduk di kursi belakang. Awalnya nasi kuning di Jalan Pangeran Antasari menjadi tujuan mereka. Namun warung langganan keluarganya itu tutup. Tak mau pulang sia-sia, satu keluarga itu lantas menuju Jalan Pangeran Suryanata.

Tepat di tanjakan gunung sampah, SI yang memendam kesal lantas berucap pada FT. Kalimat SI rupanya membuat suaminya tersinggung.

“Korban (SI, Red) lantas ditinju tepat di bagian mata sebelah kiri. Ketika itu korban sedang menyetir mobil, tapi karena dipukul korban lantas menepikan mobilnya,” beber Kapolsekta Samarinda Ulu, Kompol R Sigit, melalui Kanit Reskrim, Iptu Yunus Kelo, Sabtu (11/11) kemarin.

Yunus menerangkan, kasus KDRT itu terjadi Minggu, 9 Juli 2017. Namun ketika itu SI masih menunggu iktikad baik suaminya. Tapi kenyataannya kesempatan untuk berubah itu tak digunakan. Justru FT menantang istrinya untuk melapor ke polisi.

Meski kejadiannya cukup lama, namun FT punya bukti. Ia sempat selfie ketika luka lebam akibat ditonjok suaminya terlihat jelas di matannya. Bahkan SI juga sudah melakukan visum di RSUD AW Sjahranie. “Jadi begitu korban keberatan, bukti-bukti itulah yang digunakan,” ujar Yunus.

FT pun langsung diciduk. Polisi cukup melayangkan surat panggilan, dan Kamis (9/11) lalu, FT datang memenuhi panggilan.

“Setelah dimintai keterangan dan mengakui perbuatannya, pelaku langsung kami tahan,” terang Yunus. Berdasarkan keterangan SI, suaminya itu memiliki tiga istri siri. “Itu semua diketahui korban yang merupakan istri sah,” tutur Yunus.

Pernikahan siri FT sudah berulang kali diketahui SI, namun tak membuatnya kapok. “Yang lebih membuat korban marah adalah pelaku tak menafkahi keluarga selama dua bulan,” pungkas Yunus. #Nha/M71.   

2,832 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan