Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Suami Disidang Isteri Histeris, Bacakan Surat Terbuka Kepada Presiden

Suami Disidang Isteri Histeris, Bacakan Surat Terbuka Kepada Presiden
Wanita ini Menangis dan berteriak histeris di halaman Pengadilan Negeri Pasangkayu.

PASANGKAYU,MENIT7.com – Hati siapa tidak sedih, bila suami yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga menjadi penghuni  sel tahanan. Ia ditahan  karena dituduh oleh pihak PT Mamuang melakukan pencurian buah sawit diareal  Hak guna Usahanya (HGU) di Desa Palanto Jaya Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala.

Salah seorang ibu, dengan membawa anak kecil, menangis histeris dipengadilan Negeri Pasangkayu, saat suaminya duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa kasus dugaan pencurian buah  kelapa sawit. Sedikitnya  ada empat warga dilaporkan PT. Mamuang di tuduh melakukan pencurian. Selain berteriak histeris wanita paruh baya ini, juga  membacakan surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo, agar kasus ini menjadi perhatian.

Warga  merasa di kriminalisasi pihak perusahan PT. Mamuang, dengan menuding empat warga Desa Palanto Jaya melakukan penyerobotan serta dituding melakukan pencurian diareal HGU. Puluhan warga  dari Desa Palanto Jaya, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala,  melakukan aksi demo didepan kantor Pengadilan Negeri Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.

Dalam aksi demo tersebut seorang ibu – ibu yang membawa serta anak kecilnya histeris tak tahan menahan emosi akibat suaminya yang menjadi tulang punggung keluarga kini ditahan, padahal. Menurut warga  lahan yang selama ini menjadi tumpuan hidupnya dan telah  digarap selama bertahun – tahun namun diklaim secara sepihak oleh PT. Mamuang.

Massa aksi dari Desa  Palanto Jaya, Kabupeten Donggala, Sulawesi Tengah ini,  meminta pihak perusahan  PT. Mamuang memperlihatkan peta HGU asli di hadapan masyarakat. Selain itu warga juga menuding PT Mamuang dengan sengaja merampas lahan masyarakat Desa Palanto seluas 42 hektar.

Mamuang yang diketahui bergerak dibidang perkebunan kelapa sawit ini mempunyai HGU di wilayah Kabupaten Mamuju Utara, diduga dengan sengaja memperluas HGU secara sepihak ke wilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah dan diduga merampas sekitar 42 hektar lahan masyarakat secara sepihak.

Febrianto SH. Salah satu dari sembilan pengacara perhimpunan bantuan hukum rakyat dan Walhi Sulteng yang mendampingi warga mengatakan, tuduhan pencurian yang disangkakan kepada empat warga desa palanto yakni Jupri, iSikusman, Paris,Muliadi, tidak mendasar, karena tuduhan pencurian itu berada dilahan masyarakat Desa Palanto sendiri. Kata Febrianto.

Sementara lahan seluas 42 hektare  yang diklaim pihak PT Mamaung sebagai HGU, menurut pengacara warga. lahan tersebut telah bersertifikat dan kedudukannya berada diwilayah Kabupaten Donggala, Sulawesi  Tengah. #Joni/ M7.

 

3,788 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan