Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

SPBU di Pakalli Maros Langgar SOP

SPBU di Pakalli Maros Langgar SOP

Maros, menit7.com – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), di Pakali, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan langgar Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

SPBU bernomor 74 905 01 itu diduga melanggar Peraturan Presiden nomor 191/2014, dimana SPBU dilarang untuk menjual premium dan solar kepada warga menggunakan jerigen dan drum untuk dijual kembali ke konsumen.

Seperti yang terjadi di SPBU nomor 74 905 01, Rabu, 18/03 sekitar pukul 11.20 Wita, menjual dengan mengisi BBM jenis Solar ke dalam jerigen plastik yang dibungkus karung plastik untuk penyamaran.

Dijelaskan dalam Peraturan Presiden No 15 tahun 2012, tentang harga jual eceran dan pengguna jenis BBM tertentu. Tidak terkecuali larangan SPBU tidak boleh melayani konsumen dengan menggunakan jerigen dan menggunakan mobil yang sudah dimodifikasi serta menjual ke pabrik-pabrik industry home atau rumahan dan industry untuk mobil-mobil galian C.

Selain itu juga tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 8 Tahun 2012, bahwa telah diatur larangan dan keselamatan. Peraturan itu menerangkan secara detail tentang konsumen pengguna, SPBU tidak diperbolehkan melayani jerigen.

Yang diperbolehkan membeli BBM di SPBU menggunakan jerigen, yang disertai rekomendasi untuk kebutuhan tertentu seperti pertanian, perikanan, usaha mikro/kecil, adalah pertalite sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, bukan BBM jenis Solar.

Dengan kejadian ini, menit7.com menghubungi pemilik atau pengawas SPBU untuk dikonfirmasi, namun pimpinan SPBU tersebut tidak ada di tempat. ” Pimpinan saya tidak ada di tempat,” ujar salah karyawan yang mengaku bernama Kasma.

Namun, setelah wartawan media ini memotret pengisian BBM yang dilakukan pengawas SPBU tersebut ke dalam jerigen yang diangkut dengan menggunakan mobil.

Menurut salah seorang pegawai SPBU mengatakan, pengisian BBM solar ke dalam jerigen tersebut, sudah sesuai karena telah mengantongi rekomendasi dari kepala desa.

Sayangnya rekomendasi yang dimaksud adalah rekomendasi yang diduga abal abal karena hanya berupa foto kopy, dan tidak diketahui dari desa mana.

Berikut peraturan mengenai penggunaan jerigen di SPBU Pertamina:

SPBU hanya boleh menyalurkan Bahan Bakar Premium dan Minyak Solar (Bersubsidi/PSO) untuk penggunaan akhir dan dilarang keras menjual Premium dan Minyak Solar pada wadah kemasan/jerigen untuk dijual kembali ke konsumen.Penjualan Bahan Bakar Khusus Jenis Gasoline Series (Pertalite, Pertamax, Petamax Turbo) dapat dilayani menggunakan wadah kemasan/jerigen yang terbuat dari material dari unsur logam.

Penjualan bahan Bakar Khusus Jenis Diesel Series (Pertamina Dex, Dexlite) dapat dilayani dalam wadah kemasan/jerigen yang terbuat dari bahan/material dari unsur logam atau bahan HDPE (High Density polyethylene) sejenis thermoplastic khusus yang terdapat simbol HDPE2 pada kemasannya. (az/ira)

4,750 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

One Response

  1. ZundalaMaret 21, 2020 at 1:16 amReply

    Jadi kenapami boss??, sembarangna di pusingi, jauhnu cari berita dari mamuju ke maros

Tinggalkan Balasan

Dibagikan