Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Soal Perkalahian Bupati Toli-Toli, ini Dilakukan Gubernur Sulteng

Soal Perkalahian Bupati Toli-Toli, ini Dilakukan Gubernur Sulteng
Bupati Toli_Toli dan Wakilnya nyaris adujotos dengan wakilnya, saat berada didalam ruangan gedung PKK

PALU,MENIT7.com-Peristiwa memalukan yang dtunjukkan pejabat di negeri ini kembali terjadi. Adalah Bupati Toli-Toli Muhammad Saleh Bantilan dan wakilnya, Rahman Hi Budding, terjadi adu mulut di ruang gedung wanita Toli-Toli, hingga nyaris adu jotos. Beberapa kursi mengalami kerusakan dibanting sangpejabat tersebut. Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya keributan kedua pejabat teras didaerah itu.

Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola saat diwawancarai beberapa awak media di Gedung Pogombo, Kamis (1/2/2018). Longki menyatakan akan membentuk tim investigasi bulan ini.

Prilaku kurang terpuji yang ditunjukkan Bupati Tolitoli Muhammad Saleh Bantilan dan Wakil Bupati Tolitoli Rahman Hi Budding pada pelantikan pejabat, Rabu (31/1/2018) kemarin, menimbulkan berbagai komentar miring diberbagai kalangan. Acara yang berlangsung di Gedung Wanita ini, keduanya berteriak bantah-bantahan dan hampir terjadi aksi saling pukul.

Hal ini sontak membuat audiens langsung merekam aksi keduanya dan disebarkan melalui berbagai media sosial (medsos). Atas kejadian tersebut, Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola menilai hal tersebut sebagai insiden memalukan.

Keduanya menampilkan prilaku yang tidak mencerminkan pemimpin yang berkarakter. “Saya merasa malu, prihatin dan galau karena ini menyangkut prilaku serta karakter seorang pemimpin.

Mestinya meraka malu terhadap dirinya sendiri, audiens yang hadir di acara tersebut dan masyarakat,” katanya kepada awak media usai melantik ke-11 pejabat tinggi di lingkungan Provinsi Sulteng, Kamis (1/2/2018).

Berdasarkan hal tersebut, Longki menegaskan akan membentuk tim Invesitigasi untuk menelusuri penyebab terjadinya aksi memalukan tersebut. Rencananya, tim ini akan dibentuk dan diturunkan pada bulan ini.

“Tujuan utama dari tim investigasi ini untuk memulihkan keduanya. Karena ini tidak ada sanksi pelanggaran hukum, yang ada hanya pelanggaran etika karena belum bisa mengendalikan emosi, amarah dan sedikit arogan dengan jabatan,” ujarnya.

Selain itu, keduanya juga tidak akan dikenai sanksi hukum, melainkan sanksi moral. Sebab, kejadian ini hanya menyakut pelanggaran etika sebagai kepala daerah. Terkait dengan sikap Bupati yang melaporkan Wakilnya ke pihak kepolisian, Longki menilai hal tersebut sebagai tindakan pribadi.

Namun yang pasti, tegas Longki, keduanya tetap akan diberi sanksi moral. “Bupati melaporkan wakilnya, dimungkinkan karena merasa terganggu atas tindakan wakilnya. Sehingga Bupati membawa hal tersebut ke ranah hukum dengan ketentuan pasal yang tidak menyenangkan. Tapi untuk hubungan antara Bupati dan wakil Bupati, itu menjadi tanggung jawab kami, menasehati dan merujukkan agar mereka bisa kembali harmonis,” tegasnya. (Raf/adhi)

2,330 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

One Response

Tinggalkan Balasan

Dibagikan