Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Soal  Berita Puskesmas Tinambung, Rombongan Dokter   Datangi Rumah Korban dan  Klarifikasi Tudingan Miring

Soal  Berita Puskesmas Tinambung, Rombongan Dokter   Datangi Rumah Korban dan  Klarifikasi Tudingan Miring
Dr.Novi Arianti bersama rombongan saat mengunjungi rumah almarhum Sukarno warga Desa Kararma yang meninggal di puskesma Tinambung ( foto Alfian)

Polman,Menit7.com- Setelah viral dan mendapat tanggapan masyarakat, dimedia sosial ( Medsos) hingga ribuan pengunjung,  dr.Novi Arianti  salah seorang dokter yang sehari harinya bertugas di puskesmas Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, siang ini sabtu, (/22/9/2018) bersama rombongan, mendatangi rumah almarhum Sukarno yang meninggal di puskesmas Tinambung hari Kamis (20/9) lalu.

Kedatangan dr, Novi ini untuk mengklarifikasi berita terkait keluhan warga atas pelayanan pihak puskesmas. Pihak Puskesmas Tinambung merasa tersudut akan pemberitaan tersebut. Berita yang dimuat di menit7.com berjudul Warga keluhkan pelayanan puskesmas Tinambung tersebut, viral di media sosial dan mendapat berbagai tanggapan miring dari warga medos.

Novi mengaku pihaknya kecewa atas berita tersebut. Apalagi tanggapan warga medsos yang bernada sinis. Pihaknya juga tidak menerima jika pelayanan Puskesmas terhadap masyarakat dinilai tidak maksimal. Apalagi jika warga tidak memahami hal yang sebenarnya, lantas memberikan komentar komentar miring di medsos.

Menurut Novi, hal yang sebenarnya terjadi, pihak puskesmas bukan tidak ingin meminjamkan mobil ambulans kepada pihak pasien yang keluarganya meninggal. Namun, berdasarkan peraturan menteri kesehatan (permenkes), ambulans diperuntukkan untuk merujuk pasien ke rumah sakit, terutama pasien emergensi dan sebagai puskesmas keliling. Bukan untuk mengangkut jenazah.

Sebab dikhawatirkan Lanjtu dr Novi,  masyarakat tidak akan mau lagi menggunakan pasien sakit jika sudah di gunakan mengangkut jenazah.

“Memang ada 2 ambulans disana tapi salah satunya hanya diperuntukkan sebagai puskesmas keliling dan yang lainnya untuk mengangkut pasien pasien yang perlu dirujuk atau sangat darurat”, tutur Novi menjelaskan.

Lagi pula lanjut Novi, terkait hal yang dialami almarhum Sukarno, sebenarnya pihaknya sudah menelponkan ambulans/ mobil jenazah milik Rumah sakit Majene, namun sebelum mobil tersebut datang pihak keluarga almarhum sudah memutuskan untuk mencari kendaraan sendiri.
“Pihak almarhum sendiri yang tidak sabar menunggu dan berinisiatif mencari kendaraan lain dan itu diluar tanggung jawab kami”, tutur Novi.

Sementara itu Leccu (60 th) Isteri almarhum Sukarno, mengaku kaget atas kedatangan rombongan dokter Novi tersebut. Apalagi setelah ditanya terkait berita. “Saya kan tidak tahu kasian hal hal seperti itu, saya ini mana tau yang begitu begitu (baca: berita media)”, tandas Leccu.

Sebelumnya media ini memuat berita terkait adanya warga dusun Manjopai Desa Karama Kecamatan Tinambung bernama Sukarno yang meninggal setelah sempat dirawat di puskesmas Tinambung,  terpaksa dipulangkan dengan menggunakan mobil pick up lantaran tidak dipinjamkan mobil ambulans milik puskesmas. (Alfian)

2,018 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan