Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Serda Aryanto dari Rakyat untuk Rakyat

Serda Aryanto  dari  Rakyat untuk Rakyat

MAMUJU, MENIT7.Com- Sekilas penampilannya tak ada yang luar biasa, yang nampak adalah sikap tegasnya, tutur katanya runtut  mencirikan bahwa dia adalah prajurit Tenatara Nasional Indonesia  Angkatan  Darat ( TNI AD). Serda Aryanto, adalah anak pertama  dari  5 bersaudara, lahir di Buton  Sutra 11 Maret 1983 dari keluarga  pas-pasan. Kedua orang tuanya tidak pernah mengenyang pendidikan formal,  sehingga tidak bisa membaca tulis.

Berangkat dari situasi sulit ini,  Aryanto  kecil mulai mencari guru mengaji sejak umur 5 tahun,  meski selalu berpindah-pindah dari Mesjid ke mesjid, tercatat 4 kali  pindah guru ngaji, karena di tempat itulah ada guru mengaji  gratis.  Sejak kecil ia tidak memiliki cita-cita seperti teman  sebayanya dikampung yang keluarganya ekonominya lebih mapan.  Dengan tatapan mata yang kosong  Serda Aryanto menceritakan perjalanan hidupnya sejak kecil pada lingkungan keluarga tidak mampu. “ Saya berperinsip dunia ini hanya sementara akhirat selamanya makanya  saya  mau belajar ilmu  agama,” ucapnya.

Saat berbincang-bincang  dengan  Serda Aryanto, akupun larut, sehingga tidak sadar meneteskan air mata mendengar kisah piluh keluarganya, Diapun larut dengan cerita  keluarganya, dengan tatapan mata yang tajam nyaris meneteskan air mata, Namun sesaat itu sepertinya  sadar bahwa  dia  sudah menjadi anggota TNI AD, pantang menetas air mata, Serda Aryanto kembali mengumbar senyum pada menit7.com, yang mewawancarainya usai coffee morning antara wartawan dengan jajaran Korem 142 / Tatag, di Makorem, jumat  11/9/2017.

Perbincangan dengan Serda Aryanto, kembalikan kami lanjutkan, tapi tidak ada  lagi ada cerita sedih dan piluh. Ia  menceritakan bagaimana awalnya masuk menjadi Tentara  yang sebelumnya tidak pernah berpikir ke sana, melihat saja kerumunan tentara berusaha menghindar, kerena tidak jauh dari tempatnya ada markas militer.

Menurut Serda Aryanto, keinginannya masuk Tentara  timbul saat mengikuti lomba lari maraton di  Ambon- Maluku. Dan  berhasil meraih juara I. Karena  menjadi juara lari, kemudian seorang anggota TNI datang menghapirinya dan menawari masuk Tentara. Namun tawaran itu ditanggapi dingin karena merasa masuk Tentara harus banyak biaya. Namun orang itu menegaskan kalau kamu mau masuk Tentara tidak ada pakai uang Karena mengatakan tidak pakai uang langsung saya  terima.

Untuk membuktikan ajakan itu, Aryanto masuk mendaftar menjadi Tentara pada tahun 2003 dan lulus. Usai pendidkan tahun 2004, ia kemudian ditugaskan  di Bataliyon 315/ Garuda  di Kabupaten Bogor  Jawa Barat.

“Alhamdulillah  usai pendidikan saya ditugaskan di batalion 315/Garuda, yang saat pendidikan  saya impikan untuk bertugas ditepat itu doa kami diterima,” urainya.

Bertugas  ditempat ini, Serda Aryanto kembali belajar ilmu agama, saat temannya sejawatnya mengisi waktu lowong dan liburnya pergi rekreasi, dia memilih mencari guru untuk memperdalam ilmu agama. Dan upayahnya mencari guru agama akhirnya bertemu dengan  Ustas Udjang Surya. Dan ditempat inilah Serda Aryanto dibimbing ilmu agama Islam hingga tahun 2014.

Usai megikuti pendidkan Sekolah Calon Bintara (Secaba), tahun 2014 ia mendapat tugas menjaga perbatasan di pulau Kalimantan. Dengan bekal ilmu agama dari Uztads Udjang Surya,  dengan mengingat  wejangan gurunya, Aryanto mengamalkan ilmunya  dilingkungan masyarakat tersebut. Selain melakukan ceramah juga membuka tempat mengaji bagi anak-anak, dan orang tua  atau siapa saja yang belum tahu mengaji di wilayah perbatasan  Republik Indonesia- Malyasia di Kalimantan Barat.  Pada tahun  2017, Aryanto kembali mendapatkan tempat tugas baru di Korem 142 Taro Ada Tara Gau Mamuju. Ditempat ini, ia kembali  melanjutkan kegiatan keagamaan dengan mengajar anak-anak mengaji di dusun Landi Kelurahan Rangas Kecamatan Simboro, kabupaten  Mamuju Sulawesi Barat. Hingga saat ini sedikit ada 35 orang anak didiknya sedang aktif mengaji.

“Kami dari Rakyat kecil dan saya akan mengabdikan diri untuk Rakyat dimanapun berada, dan itu juga menjadi pesan Ustas Udjang Surya,” jelas Aryanto.

Kegiatan ini juga bisa terlaksana berkat dukungan penuh  Komandan  kami di Korem’ Bapak Kolonel Inf. Taufiq Shobri,  beliau berpesang bahwa  Tentara itu bukan tugasnya berperang, tapi bisa melakukan  Dakwa dan mengajar agama dimana Prajurit itu ditugaskan.

Sementara itu, Kapenrem 142/Tatag, Mayor inf. Haryo Mustopo, kepada menit7.com, mengatakan kegiatan yang dilakukan oleh  Serda Aryanto, pihkanya sangat mendukung.

Laporan : Husaini

2,364 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan