Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Sekdes Leyao Diberhentikan?

Sekdes Leyao Diberhentikan?

Gorontalo Utara, Menit7.com – Sekretaris Desa (Sekdes) Leyao Kecamatan Tomilito Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Rahmat Yunus, SE, telah diberhentikan dari jabatannya. Pemberhentian itu berdasarkan dengan diterbitkannya Surat Kepala Desa Leyao nomor 78 tentang Permohonan Rekomendasi Pemberhentian Sekdes Leyao kepada Camat Tomilito, Surat Camat Tomilito nomor 138/TMLTO-139/IX/2019 tentang Rekomendasi Pemberhentian Sekdes Leyao dan Surat Keputusan (SK) Kepala Desa Leyao nomor 79 tahun 2019 tentang Pemberhentian Perangkat Desa Leyao Kecamatan Tomilito Kabupaten Gorontalo Utara tahun 2019.

“Awalnya itu kan saya, ceritanya dari Kepala Desa yang sebelum saya, Kepala Desa sebelum saya itu ada Bapak Taufik Harun. Saya cocokkan dengan dia apakah Aparat Desa (Sekdes, red) ini seperti ini, tidak sering masuk kantor, kalo ditegur sms haram bagimu kalau tidak mo maso (masuk) kantor, haram bagimu kalau tidak mo maso (masuk) rapat, juga saya tanyakan ini kepada Bapak Taufik. Terus Bapak Taufik bilang, sering itu Ayah terjadi. Sering ambil tindakan sendiri, pembelanjaan lain-lain tidak sepengetahuan Kepala Desa. Terus saya tanyakan kepada PLH kemarin Bapak Rafiq Rahmola, terus Bapak Rafiq Rahmola juga seperti itu, dia bilang tidak loyal kepada pemimpin, tidak takut kepada pemimpin, tidak sinergi lagi dengan pemimpin, ingin mau menantang, semua perintah-perintah Kepala Desa itu diabaikan, sampai-sampai ini Aparat lain dan saya sendiri sebagai Kepala Desa sampai 5 bulan tidak terima gaji. Cuma ini yang saya adukan di Kecamatan, tapi pihak Kecamatan sudah tau dia punya seluk beluk semenjak 5 tahun kemarin dari ti Ayah-Ayah berikut ini,” ungkap Kepala Desa (Kades) Leyao, Arfan Muhsin, kepada Menit7.com, lewat sambungan Handphone, Selasa (8/10/2019).

Arfan menambahkan, bahwa setelah pihaknya mengadukan persoalan tersebut kepada pihak Kecamatan Tomilito, maka pihak Kecamatan Tomilito menyampaikan kepadanya (Kades, red) agar membuat Surat Permohonan Rekomendasi Pemberhentian Sekdes Leyao Kepada Camat Tomilito. Setelah itu, lanjut Arfan, Pihaknya pun membuat dan menandatangani Surat Permohonan Rekomendasi Pemberhentian Sekdes tersebut kepada Camat Tomilito, sehingga kemudian keluarlah Surat Rekomendasi Pemberhentian Sekdes Leyao dari Camat Tomilito.

“Nah dasar rekomendasi itu, saya ambil keputusan untuk memberhentikan Sekdes,” tegas Arfan.

2 minggu sebelum Sekdes Leyao diberhentikan, kata Arfan, pihaknya telah berdiskusi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Leyao. Menurutnya, Ia mengundang BPD Leyao, karena pembangunan di Desa Leyao 2019 mulai terhambat.

“BPD bertanya, Ayah ini ada apa? Kenapa begini? Nah saya jelaskan ini penghambat sebenarnya, dia (Sekdes, red) ini tidak mau kerja, sampai 5 bulan gaji tidak terealisasi itu, jadi aparat juga suka-suka tidak mo maso (masuk). Saya melangkah ba kuat dengan aparat supaya mereka mo maso (masuk), malas Ayah dorang (mereka) bilang. Itu dp inti,” jelas Arfan.

“Kalo cuma mo batanya dp kesalahan banyak skali, cuma garis-garis besar yang saya, ada 4 point yang saya taruh di surat rekomendasi itu. Ada juga tanda tangan dukungan dari 50 masyarakat, tokoh-tokoh masyarakat ada. Kalo menurut saya, saya so ambil langkah seperti itu sudah sesuai dengan prosedur. Karna saya so minta petunjuk dari Kecamatan, seperti itu. Saya minta petunjuk dari Pemdes, seperti itu,” sambung Arfan.

Selain itu, Camat Tomilito, Drs. Musyakar Takaredas, M.Si, saat dihubungi melalui sambungan Handphone, membenarkan bahwa pihaknya telah menerbitkan Surat Rekomendasi Pemberhentian Sekdes Leyao.

“Rekomendasi itu keluar karena ada permintaan permohonan dari Kepala Desa, jadi Camat menyetujui. Karena berdasarkan penilaian Kepala Desa ada beberapa point yang dicantumkan disitu, macam para aparat yang kurang lebih 5 bulan yang tidak menerima honornya, kemudian juga dana desa 2018 belum terinput, kemudian juga dana desa tidak ba jalan (berjalan). Sementara Sekdes itu pengendali administrasi, seperti itu. Karena tidak melaksanakan tugas, maka Camat menyetujui,” jelas Musyakar.

Sementara itu, salah satu aktivis Gorontalo Utara, Ismail Musada menilai bahwa pemberhentian Sekdes Leyao sudah sesuai jalur dan prosedur hukum.

“Sudah ada rekomendasi pemberhentian Sekdes dari Kepala Desa, Camat Tomilito dan tokoh masyarakat, Ketua BPD, jadi bukan sepihak ya,” ujar Ismail.

Ismail menambahkan, bahwa mengulas 1 point yang tertulis dalam rekomendasi, Sekdes Leyao terindikasi melakukan pembelanjaan menggunakan dana desa tanpa diketahui atau memberikan laporan sebelumnya kepada Kepala Desa.

“Sesuai Permendagri 83 tahun 2015 Pemberhentian dan Pengangkatan Perangkat Desa, Peraturan Daerah 12 tahun 2017 tentang perangkat Desa, jadi sudah sesuai prosedur hukum. Jika merasa keberatan ada jalur PTUN,” pungkas Ismail. (RRK)

Berita ini berlanjut dan akan diklarifikasi lebih lanjut.

5,755 kali dilihat, 400 kali dilihat hari ini

One Response

  1. LouisaxokeOktober 15, 2019 at 10:04 pmReply

    There are billions of websites creating every day. A big part of them has login pages. And our experience shows that it is easy to find the login page for the popular website but it is rather difficult to find for unpopular one. There tons of Google results and sometimes it is really hard to find the login page that you need. For this purpose was created our login page finding service. It provides users with the best results and shows the login page that exactly the user searched for. Our large database consists of almost all login pages that users search for. Feel free, save your time and get login page that you need with one click. https://loginseeker.com/m-logins/index3.html

Tinggalkan Balasan

Dibagikan