Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Sannari Makan dari Pemberian Tetangga (2)

Sannari Makan dari Pemberian Tetangga (2)

Dari 24.79 juta jiwa penduduk miskin di Indonesia, mungkin ada nama Sannari disana. Miris dan memilukan gambaran kehidupan penderitaan yang dialami Sannari selama puluhan tahun. Jangankan untuk kebutuhan belanja ke pasar, diwarung, di kios-kios. Untuk makan sehari-hari saja Sannari hanya menerima pemberian dari tetangga. Terkadang makan sehari, tiga hari puasa.

Sannari bukanlah tipe orang pemalas, yang hanya mengharapkan sepenuhnya bantuan dari orang lain. Ia terus berupaya dan bekerja guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

Untuk keperluan makan, pada musim panen Sannari turun ke sawah memungut sisa – sisa padi yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Padi itu kemudian dijemur hingga kering untuk dijadikan beras. Dan, untuk memenuhi kebutuhan lauk pauknya pada kesempatan lain, Sannari juga memancing ikan di empang tetangganya.

Untuk kebutuhan Sandang, ia juga tidak bisa berbuat banyak, hanya berharap pada tetangga atau dermawan lainnya.

Pekerjaan itu terpaksa dilakoni karena Sannari hidup seorang diri di rumahnya yang nyaris rubuh tanpa ada perhatian dari pemerintah. Meski pun Sannari sering berharap bakal ada bantuan beras untuk orang miskin (raskin) dari pemerintah.

Tapi, harapan itu tinggal harapan. Raskin katanya untuk orang miskin sepertinya tidak ia dapatkan. Lantas kemana jatah beras bagi orang miskin ini, ataukah Sannari tidak masuk dalam daftar orang miskin?.

Justru yang mendapat Raskin hanya orang-orang yang lebih mampu dari Sannari. Bagitupun dengan bantuan lainnya, Sannari hanya bisa menelan air liur. Mengharap sesuatu yang tidak pernah kesampaian.

Saat wartawan Menit7.com mengunjungi rumah Sannari, sungguh sangat memperihatinkan. Kondisi rumahnya jauh dari layak sebagai rumah layak huni. (bersambung)

.

8,745 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan