Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Rekanan Resto Apung “Bohong” Ketua TP4D Beri Warning

Rekanan Resto Apung “Bohong” Ketua TP4D Beri Warning

SUMBAWA BARAT, MENIT7.Com – Proyek rumah makan Resto Apung di Kawasan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat dimenangkan tender oleh kontraktor CV BARA BATU menelan anggaran Rp285 juta, hingga kini belum melakukan aktifitas lapangan.

Proyek yang digelontorkan melalui Dinas Parawisata, sejatinya untuk dapat menarik para wisatawan baik lokal maupun manca negara terintegrasi dengan Pulau Kenawa dan Gili Balu maupun zona kawasan ekslusif wisata terpadu, membuat Kepala Desa Poto Tano M Nur Hasan angkat bicara dan menilai kalau rekanan CV Bara Batu bukan orang profesinal dalam melaksanakan pengerjaannya.

Betapa tidak proyek sudah dimenangkan tender CV Bara Batu dengan paket pengerjaan pemasangan sarana pendukung kawasan DTW pusat jajajan kuliner (resto apung) sejak 7 Agustus 2017 hingga kini belum ada tanda- tanda dimulainya pekerjaan.Bahkan material lainnya belum ada sama sekali.

“Ini sudah lama , bahkan Pemdes sudah mensosialisasikan ke masyarakat atas resto apung tersebut, namun hingga saat ini belum juga dibangun dan saya selaku kepala desa sangat terbebani karena sudah mensosialisasikan ” kata M Nur Hasan.

Menurutnya, sangat berharap sekali kepada Dinas Parawisata selaku penanggungjawab atas proyek tersebut, untuk lebih intens dan berkomitmen dalam memberikan sangsi kepada para rekanan tidak mampu mengerjakan proyek tersebut, khususnya kepada CV Bara Batu karena anggaran pencairan 1 sebagai komitmen pencairan awal sudah 30 persen dari nilai proyek tersebut, namun belum juga dikerjakan.

Sebelumnya Tim pengaman, Pengawal dan Pengendali Pembangunan Daerah (TP4D) dipimpin langsung ketua TP4D Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sumbawa dan Sumbawa Barat, Erwin Indrapraja,SH.MH datang meninjau langsung kondisi pengerjaan proyek pada Kamis (29/9 ) lalu, untuk melihat sejauh mana kondisi pelaksanaan lapangan atas sejumlah kegiatan proyek pembangunan yang didampinginya.

Namun, Erwin menemui kekecewaan dan mengamuk dengan melampiaskan kekecewaannya kepada rekanan kontraktor CV Bara Batu karena telah melakukan laporan kebohongan kepada TP4D dan ingkar janji akibat fisik proyek yang menjadi tanggung Jawabnya masih 0 persen (nol persen), tidak terlihat sama sekali adanya aktivitas pekerja padahal uang muka 30 persen sudah lama dicairkan.

Kepada media, Erwin menjelaskan dimana pada saat Tim TP4D yang diketuainya aksi turun lapangan untuk melihat kondisi fisik atas pekerjaan proyek pembangunan dikawasan Poto Tano, serangkaian dengan kegiatan pendampingan proyek pada Dinas Parawisata Kabupaten Sumbawa Barat (KSB)Tahun Anggaran (TA) 2017 tersebut , dimana sebelumnya Tim TP4D telah turun kelokasi proyek tersebut dan ini yang kedua kalinya sengaja dilakukan untuk mengecek sejauh mana pekerjaan fisik yang dikerjakan oleh rekanan CV Bara Batu.

“Saya selaku ketua tim TP4D , sangat kecewa sekali atas janji bohong kobtraktor yang mana pekerjaannya masih nol persen karena sebelumnya rekanan berjanji kalau sejumlah material apung yang dibutuhkan seperti HDBE yang dipesan dari surabaya akan tiba pada 27/09 , akan tetapi saat Tim TP4D turun lapangan ternyata bahan material dimaksud tidak ada dan bahkan sudah satu bulan lebih belum ada kegiatan alias nol persen,” kata Erwin kecewa.

Erwin juga menambahkan, kalau rekanan suka berdalih hal ini akan berdampak molornya pekerjaan yang berujung pekerjaan tidak akan selesai tepat waktu, atas persoalan tersebut pihaknya telah memberikan “Warning” batas waktu terakhir kepada kontraktor,dan jika batas waktu akhir pihak kontraktor tidak juga ada progress fisiknya, maka langkah penindakan hukum akan dilakukannya. (Edi Chandra/M7)

2,576 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan