Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

PT Unggul Tutup Jalan, Warga Kapohu Ngamuk dan Bawa Parang

PT Unggul Tutup Jalan, Warga Kapohu Ngamuk dan Bawa Parang

MATRA,MENIT7.Com  – Bersenjatakan  panjang ratusan warga dusun Kapohu yang tersulut emosi mendatangi pos penjagaan Afdeling Baribi dan Agri Baras di desa Balanti Kecamatan Baras, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat. Kedatangan tersebut untuk membuka palang penutup  jalan yang dilakukan pihak PT. Unggul Widya Lestari ( UWL). Kedatangan warga itu  membuat suasna  tegang  dan kedua pihak  nyaris berujung  bentrok.

Pemblokiran jalan akses keluar masuk ke Afdeling Baribi dan Agri Baras ini dipicu sengketa lahan berkepanjangan antara pihak PT. unggul widya lestari salah satu perusahaan perkebunan sawit  di kabupate Mamuju Utara, dengan kelompok tani Polamoto 1  terjadi sejak tahun 2003 silam. Warga  Kapohu melakukan pendudukan lahan seluas 30 hektar dari 260 hektar yang diklaim warga sebagai lahan miliknya dirampas PT Unggul  puluhan tahun silam.

Melihat masalah berlarut-larut ini, pihak PT UWL, terpaksa melakukan Penutupan jalan akses menuju  ke wilayah tersebut, karena merasa afdeling Baribi dan Agri Baras bagian dari HGU miliknya.

Unggul melakukan pemblokiran akses keluar masuk ke daerah itu. Penutupan jalan ini menimbulkan ketegangan antara pihak PT UWL dengan warga dusun Kapohu kembali pecah hingga nyaris berujung bentrok.

Warga yang mempersenjatai diri senjata tajam berupa  parang panjang ini menyerbu dan  menerobos palang, mereka  menuntut palang penutup jalan satu-satunya akses menuju  tempat tinggalnya segera dibuka.

Melihat  suasana ketegangan yang terjadi antara perusahan dan warga semakin memanas pihak Kepolisian dari Polsek Baras kemudian melakukan negosiasi dan berhasil meredam ketegangan.

Jabir U,  Ketua kelompok tani Polamoto 1, mengancam akan menutup akses jalan didusun Kapohu tempat mobil pemuat minyak CPO milik PT UWL, yang keluar masuk apabila tuntutannya  tidak dipenuhi  pihak PT. UWL, dengan segera membuka palang pemblokiran menuju afdeling Baribi dan Agri Baras tidak segera dibuka.

Ditempat terpisah Kapolsek Baras  AKP : Yohanis S.H  mengatakan, untuk mengantisipasi adanya bentrokan antara karyawan perusahan dan warga, pihaknya  menurunkan sejumlah personil untuk mengamankan lokasi.

 

Semetara itu Humas PT UWL, H Guntur  membantah adanya penutupan jalan jalan akses ke dusun Kapohu pintu palang telah dibuka. H.Guntur menyebut warga yang datang kelokasi bukanlah warga dusun Kapohu melainkan kebanyakan warga Tabiora.

 

Sementara itu, Kepala desa Kasano Munawir,  yang turun langsung kelokasi mengatakan, “saya mengawal warga dusun Kapohu agar tidak terjadi hal – hal yang tidak diinginkan, Terang Munawir yang saat itu berada dilokasi didampingi Kapolsek Baras AKP Yohanis.

(Joni/M7)

 

3,474 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan