Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

PT Komotech Didemo Ratusan Buruh

PT Komotech Didemo Ratusan Buruh

JAWA TIMUR, MENIT7.com – Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh manajemen PT Komotech Indonesia kepada kedua karyawannya, berbuntut panjang.

Rabu (17/1/2018) sekitar pukul 10.00 Wib, ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Perkayuan dan Perhutanan Indonesia (FSP Kahut – SPSI) Kabupaten Gresik, Jawa Timur menggelar demo di depan kantor PT Komotech Indonesia, Jalan Kawasan Industri Gresik (KIG), Gresik.

Sementara, petugas kepolisian bersama TNI AD tampak memperketat pengamanan jalannya aksi ini untuk mencegah hal tidak diinginkan. Hingga massa bubar, demo berlangsung aman.

Demo itu menuntut manajemen perusahaan untuk membayar pesangon kepada kedua karyawannya yang di PHK. Jika tidak, maka pihak manajemen diminta untuk mempekerjakan kembali karyawan tersebut.

Tuntutan ratusan buruh ini, karena pihak manajemen perusahaan asing asal China ini, enggan menjalankan putusan pengadilan yang memerintahkan pembayaran pesangon kepada kedua karyawannya yang telah di PHK sesuai ketentuan.

“Inilah alasan kenapa kami turun demo disini. Karena perusahaan asing asal China ini semena-mena kepada masyarakat lokal yang bekerja di perusahaannya di PHK sepihak tanpa pesangon,” ujar Koordinator Lapangan demo Jazuly, kepada wartawan di lokasi demo, Rabu (17/1/2018).

Dikatakan Jazuly, pada Juli 2017 manajemen PT Komotech Indonesia, mem-PHK dua karyawannya yakni Abdurahim dan Tanam. Keduanya bagian las. Nah, PHK yang dilakukan sepihak tanpa diberi pesangon. Padahal mereka bekerja di korusahaan konstruksi ini ada sembilan tahun dan delapan tahun.

Perusahaan mengklaim tidak memberi pesangon lanjut Jazuly karena kedua pekerja ini status kontrak. Karena itulah, FSP Kahut Indonesia – SPSI Gresik meminta manajemen PT Komotech menghapus kontrak pekerjanya. Seperti yang dialami Abdurahim dan Tanam.

“Perusahaan ini pekerjanya 70 persen status kontrak atau PKWT. Padahal dalam aturan UU No 13/2003 BAB IX tentang hubungan kerja, tenaga kerja boleh dikontrak jika pekerjaan itu tidak terus-menerus,” jelasnya.

Kenapa Abdurahman dan Tanam menang di pengadilan atas gugatannya, karena jenis pekerjaan yang dibidangi di tempat kerjanya adalah terus-menerus dan bukan jenis pekerjaan berbatas waktu. Alasan inilah, majelis hakim memerintahkan mengembalikan hak-hak kedua pekerja tersebut yakni pesangon dibayar atau dipekerjakan kembali.

“Yang inilah kita tuntut. Karena belum dijalankan perusahaan,” tandas Jazuly lagi.

Subari, pengurus FSP Kahut Indonesia – SPSI Gresik menambahkan bahwa, tidak ada alasan bagi PT Komotech tidak membayar pesangon kedua karyawan yang di PHK, jika hanya alasan keduanya pekerja kontrak. Ia juga minta semua pekerjanya diberi jaminan BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan serta THR. Pasalnya, masih ada pekerja di perusahaan tersebut hingga kini belum dijamin BPJS dan diberi THR sesuai ketentuan.

“Dan satu lagi, kita minta agar Komotech ini menjalankan keputusan Disnaker Gresik No. 567/2067/437.58/2017 tanggal 12 Desember 2017,” imbuh Subari.

Jika tuntutan pihaknya tidak dipenuhi oleh manajemen Komotech, pihaknya akan kembali turun menggelar demo dengan jumlah lebih banyak lagi.

Sementara itu, pihak manajemen PT Komotech Indonesia saat hendak dikonfirmasi hal ini. Namun belum berhasil, alasan pihak keamanan perusahaan mengatakan manajemen sedang rapat. #Abdul M Latif.

2,788 kali dilihat, 8 kali dilihat hari ini

36 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan