Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Proyek Irigasi Bendung Tombolo Pangkep Menelan Puluhan Miliar Mangkrak

Proyek Irigasi Bendung Tombolo Pangkep Menelan Puluhan Miliar Mangkrak

Pangkep, menit7.com-Proyek pembangunan Irigasi Bendung Tombolo, Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang menelan anggaran pembangunan puluhan miliar lebih sejak tahun 2006 hingga tahun 2009, mangkrak.

Irigasi Bendung tersebut dibangun untuk mengaliri tanah persawahan di empat kecamatan. Dua di antaranya kecamatan Ma’rang dan Segeri.

Di era pemerintahan Bupati Pamgkep almarhum Gaffar Patappe proyek ini dianggarkan Rp. 200 juta untuk biaya study kelayakan tanpa fisik. Hasilnya, lokasi yang dibanguni Irigasi Bendung sekarang yang berlokasi di Tombolo, sangat tidak layak untuk pembangunan Bendung sehingga pembangunannya tidak dilanjutkan.

Namun, setelah Gaffar Patappe meninggal dunia, proyek Bendung dilanjutkan oleh Bupati Pangkep (alm) Syafruddin Nur (2009). Proyek tersebut oleh Syafruddin Nur dijadikan sebagai proyek mercusuar dan kembali dianggarkan.

Namun lagi-lagi proyek tersebut tidak berlanjut alias mangkrak. Sebelumnya, memang diprediksi lokasi yang akan dibanguni Bendung sangat tidak layak. Pertimbangannya, karena di bawah Bendung yang terbangun sekarang terdapat rongga. Selain itu, pada musim hujan debit air sangat kecil dan pada musim kemarau mengalami kekeringan.

” Dari hasil study kelayakan lokasi tersebut sangat tidak layak untuk pembangunan irigasi Bendung,” ujar Dewa Bohari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Pangkep era pemerintahan Bupati Pangkep, Gaffar Patappe tahun 2006. Dan, kondisi Bendung saat ini tidak layak,” ujar Dewa Bohari kepada media ini saat dihubungi di rumahnya, ” Jumat, 13/12-2019.

Parahnya, walau study kelayakan bendung dinyatakan tidak layak dibangun, karena kondisi alamnya tidak memungkinkan, pihak Pemkab Pangkep memaksakan proyek tersebut dan kembali dianggarkan oleh Bupati Pangkep Syamsuddin Syam tahun 2011 sebesar Rp 5 miliar saluran irigasi tersier yang dilaksanakan oleh PT Gaya Bakti Jaya.

Disusul, proyek Amdal Bendung Tombolo dengan anggaran Rp500 juta yang dimenangkan oleh General Konsultan. Ironisnya, pemilik CV Mars sebagai peserta nomor 12 mengaku tidak pernah mengikuti proses tender.

“Saya heran. Kenapa ada perusahaan saya ikut sebagai peserta tender. Padahal, saya tidak pernah ikut tender,” ujarnya dan minta namanya tidak ditulis.

Alhasil, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pangkep, mengucurkan lagi anggaran sekitar Rp 5 miliar untuk penambahan mercu pada Bendung tersebut, juga dikerjakan asal jadi.

Mantan Kadis PU di era Bupati Gaffar Pattappe tahun 2006, Drs Dewa Bohari saat dikonfirmasi via telepon selularnya mengatakan, saat saya menjabat Kadis PU, wacana pembangunan proyek bendung Tombolo, hanya sebatas anggaran study kelayakan pembangunan Bendung Tombolo sebanyak Rp. 200 juta.

Hal yang sama juga diungkap mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangkep, Saldy Parumpa.

Dia mengatakan, sangat prihatin dengan anggaran yang digelontorkan Pemkab Pangkep pada proyek tersebut.

Mantan perencana proyek tersebut yang kini menjabat Kadis Penataan Ruang Kabupaten Pangkep Sudirman, saat akan dikonfirmasi, tidak ada di tempat.

Wartawan media ini yang melakukan investigasi ke lokasi proyek melihat ada beberapaa bagian yang diduga dikerja asal jadi. Bahkan ada yang bagian yang belum dikerja. Seperti pada saluran tersier yang sudah tertimbun dengan pepohonan.

Ketika masalah ini dikonfirmasi ke Kadis Tata Ruang, Psk Kadus tidak ada di tempat. Menurut salah seorang pegawai kantor, Pak Kadis sedang ada kegiatan di Jakarta. ” Bapak sedang ada kegiatan di Jakarta, “jelasnya. (ira)

2,455 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan