Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Program KB Bukan Melarang Punya Anak, Tapi Mengatur Persalinan

Program KB Bukan Melarang Punya Anak, Tapi Mengatur Persalinan
Wakil Bupati Mamuju Irwan S Pababari (Foto-Hms)

MAMUJU, M7 – Pencanangan Kampung Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Mamuju telah berjalan di beberapa kecamatan. Kali ini giliran Kecamatan Sampaga, Dusun Hijrah dan Desa Sampaga menjadi titik pencanangan kampung KB tersebut.

Dihadapan masyarakat Dusun Hijrah hadir, Kabid Advokasi, Informasi, Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Nuryamin menegaskan bahwa program keluarga berencana bukan untuk melarang punya anak, melainkan mengatur persalinan.

Ia menjelaskan, dalam sebuah persalinan, ada usia rentan yang beresiko pada kematian ibu dan bayi. Olehnya itu, KB hadir untuk mengatur persalinan tersebut. Ia berharap masyarakat Dusun Hijrah dapat mengikuti program KB.

“Ibu-ibu kalau mau punya anak, janganlah yang usianya sudah 40 tahun itu masih suka hamil, jangan juga yang masih anak-anak yang usia 15 tahun sudah mau hamil, jangan. karena sangat beresiko sekali, ini bisa menyebabkan kematian baik ibu juga anaknya. Saya harap kita bisa ikut program keluarga berencana untuk mengatur persalinan ini, untuk menghindari berbagai resikonya.” tegas Nuryamin Rabu, (9/8/2017)

Terkait perencanaan persalinan, Wakil Bupati Mamuju, H. Irwan SP. Pababari yang hadir meresmikan Kampung KB tersebut juga menitip pesan yang sama. Menurutnya, sebuah perencanaan yang baik akan berujung pada kesejahteraan, termasuk perencanaan kehamilan.

“Kalau ada yang mau menikah tapi belum mapan, ya bisa dipertimbangkan dulu. Ada yang bilang dibundi pattuyya dalle’, yang penting nikkah tau’, saya sepakat, karena menikah itu pasti membawa kebaikan, tapi alangkah bagusnya kalau itu semua direncanakan. Begitupun kalau sudah menikah, sebaiknya kehamilannya direncanakan dengan baik.” terang Irwan.

Berdasarkan target BKKBN Provovinsi  Sulbar, setiap kecamatan akan dicanangkan satu kampung KB. Nuryamin menyebut, terdapat 69 kecamatan di Sulbar dan saat ini baru sekitar 46 Kampung KB.

Ia menguraikan, penguatan program pembangunan yang ada di kampung KB, bukan hanya dari sektor keluarga berencana tetapi semua sektor. Keluarga berencana hanya menjadi motor penggerak utama, tetapi yang lain mengikutinya, sehingga pembangunan keluarga yang diharapkan bisa menjadi pilar utama dari pembangunan nasional, benar-benar kuat. (hms/dhl/m7)

 

2,140 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan