Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Potret Buram Pemanfaatan APBD Sulbar?

Potret Buram Pemanfaatan APBD Sulbar?

MENIT7.Com – Beberapa pekan belakangan ini, masyarakat Sulawesi Barat senantiasa disuguhi berita tentang dugaaan ‘Korupsi Berjamaah’ yang diduga melibatkan sejumlah oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan pihak ekskutif Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar). Meski pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulselbar, sudah menetapkan 4 tersangka, yakni seluruh unsur pimpinan di lembaga yang katanya terhormat tersebut, namun angka pasti kerugian negara belum di ketahui. Namun diduga bakal mencapai ratusan milliar rupiah. Itu untuk tahun anggaran 2016.

Menurut pihak Kejati Sulselbar, tidak kurang 360 milliar APBD Sulbar tahun 2016 lalu, diduga kuat pembahasannya tidak prosedural dan melanggar beberapa mekanisme dan aturan terkait APBD. Modusnya, Dana tersebut diduga pengelolaan dan pemanfaatannya dikendalikan para Anggota DPRD Sulbar bersama kroninya. Yang masyarakat mengenal dengan nama “pokir” alias pokok fikiran. Peruntukan dana tersebut tidak termasuk Dalam Rencana Kerja Umum (RKU) pihak dinas di sekertariat provinsi Sulbar. Alias peruntukannya tidak dibahas dalam musrembang. Dana seperti ini menurut mantan Gubernur DKI Ahok, sebagai “dana siluman”.

Sayangnya, kongkalikong seperti ini juga melibatkan unsur dinas-dinas di sekertariat Provinsi Sulbar, bahkan tidak mustahil bakal menyeret unsur lain dan pihak ketiga, diluar kedua lembaga yang berkonpeten ini.

Dan lebih disayangkan lagi anggaran ratusan milyar tersebut, peruntukannya tidak berbanding lurus dengan fakta lapangan, terkait kebutuhan dasar masyarakat Sulbar yang lebih mendesak. Padahal mereka mereka mengatasnamakan pokok fikiran masyarakat yang wajib direalisasikan.
Contoh kecilnya, Jalan Martadinata Mamuju, yang perbaikannya merupakan skala prioritas. Kondisi jalanan Martadinata, jalan yang mengakses kompleks perkantoran Pemprov Sulbar ini sungguh memprihatinkan. Tidak hanya terendam jika hujan hingga setinggi pinggang orang dewasa, namun lubang kerusakannya sudah tak ubahnya dengan kubangan kerbau.

Padahal, jalan ini, setiap harinya dilewati oleh, kepala dinas PU seluruh anggota dan pimpinan DPRD hingga Gubernur Sulawesi Barat. “Sungguh miris hati kita melihat kondisi seperti ini. Soalnya terlalu banyak anggaran yang dihabiskan tanpa manfaat”, tutur Husaini ketua Derak, Selasa di Mamuju. (Alfian Thaif/M7)

 

3,178 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

21 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan