Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Poto Tano Jadi Kawasan Eksklusif Wisata Alam Terpadu

Poto Tano Jadi Kawasan Eksklusif Wisata Alam Terpadu
Pemukiman nelayan desa Poto Tano yang akan disulap menjadi kawasan eksklusif wisata Alam Terpadu

SUMBAWA,MENIT7.com -Tempat tinggal atau hunian menjadi salah satu kebutuhan pokok setiap orang. Seiring berjalan waktu, fungsi hunian semakin beragam, tak sekedar menjadi tempat berteduh dari terik matahari, tetapi menjadi tempat dimana rutinitas bisa menjadikan gaya hidup selaras. Hunian juga menjadi tempat terbaik setiap keluarga dapat tumbuh secara sehat dan bahagia dalam menjalani kehidupan dengan nyaman.

Untuk itu Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, akan menata kawasan pemukiman nelayan desa Poto Tano menjadi kawasan ekslusif wisata terpadu tersebut akan dilengkapi berupa Ruang Terbuka Hijau ( RTH ), Resto Apung oleh Dinas Pariwisata, saluran irigasi bebas banjir.

Penataan kawasan lingkungan oleh bidang pemukiman penataan wilayah PUPR KSB, edukasi wisata kawasan nangrove oleh PT AMNT yang terintegrasi satu sama lainnya serta area komersial yang terintegrasi dengan fasilitas pendukung lainnya yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti tempat ibadah (masjid), restoran cepat saji, pusat perbelanjaan, ruko perkantoran (pusat bisnis), pusat pendidikan, perbankan, SPBU dan pasar modern.

Tim Survey dari Ditjen Tata Ruang bersama Bidang Perumahan dan Pemukiman serta para Kontraktor selasa ( 03/10 ) dan beberapa tim didampingi oleh kepala desa Poto Tano M Nur Hasan, Babinsa, datang meninjau langsung lokasi kawasan pemukiman nelayan di desa Poto Tano yang akan dipugar pengerjaannya akan segera dilaksanakan.

Sedikitnya 70 unit rumah Nelayan di kawasan desa Poto Tano kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat segera dibangun oleh Kementerian PUPR sebagai pusat kawasan ekslusif, karena kawasan tersebut merupakan pintu gerbang utama masuk ke kabupaten Sumbawa Barat maupun kabupaten Sumbawa.

Pemerintah Sumbawa Barat,  menegaskan sesegera mungkin melakukan pemugaran rumah nelayan tersebut sebagai pemukiman nelayan di desa Poto Tano, kecamatan Poto Tano.

Pemerintah berhasil menarik sebagian besar anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendukung konsep pemerintah setempat menata tata ruang dan pembangunan lingkungan nelayan.

“ Tahun ini pusat membantu alokasi anggaran pembangunan rumah khusus nelayan. Ada 70 unit rumah dengan anggaran Rp 14 Miliar,”kata, Kepala Dinas PU, Amar Nurmansyah ST

Menurutnya , penataan rumah nelayan bantuan pusat, tidak hanya memperhatikan arsitektur tata lingkungan kawasan. Kawasan ini juga memperhatikan kehidupan siapa saja yang berada disini agar merasakan kenyamanan hidup.

Kualitas hidup bahagia jika berada disini begitu terasa. Kebutuhan, harapan, keinginan, dan kepuasan akan ditempatkan sebagai prioritas utama bagi para wisatawan.

“ Dengan menjaga keseimbangan alam dapat menciptakan kehidupan yang nyaman dan berkualitas. Untuk itu dalam pengembangan kawasan hunian nelayan poto tano selalu memperhatikan aspek lingkungannya. Di tepi jalan, tumbuh pohon-pohon rindang yang mampu menyerap air sehingga membuat kawasan semakin asri “ kata Amar Nurmansyah ST

Bupati Sumbawa Barat, H.W.Musyafirin menilai bahwa Kawasan pemukiman nelayan yang berdekatan dengan pintu gerbang Pelabuhan Poto Tano kabupaten Sumbawa Barat, sebagai tempat keluar masuknya kendaraan baik dari luar pulau jawa, Jakarta, Surabaya ,Denpasar maupun dari Flores NTT . Kini kawasan tersebut akan disulap menjadi kawasan ekslusif terpadu berupa ketersediaan fasilitas, aksesibilitas transportasi yang mudah, serta fasilitas publik lain.

“ Demi menjawab tuntutan masyarakat yang mendambakan hunian aman, nyaman, serta memiliki lingkungan sehat , Kementerian PUPR melalui Bidang Pemukiman dan Prasarana kabupaten Sumbawa Barat akan merubah kawasan nelayan tersebut melalui konsep kawasan eksklusif wisata terpadu yang bersih dan tertata secara harmonis “ terang Bupati.

Menurut Bupati , kawasan hunian nelayan Poto Tano memang pas bagi kita untuk belajar sosialisasi terhadap alam dengan nuansa segar dan menerapkan pola hidup sehat yang selaras.

Perpaduan keunggulan kawasan tersebut nantinya akan disatukan menjadi tagline wisata Alam yang dikelilingi oleh perbukitan dan pulau-pulaunya yang asri , bahwa kawasan ini nantinya akan menjadi lokasi humanis yang lengkap dan terintegrasi agar mampu meningkatkan kualitas hidup para penghuninya maupun pendatang yang ingin melepaskan lelah dan penat . Semua bisa saling berinteraksi satu sama lain sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing. Kawasan hunian yang ekslusif dengan penataan yang bersahabat membuat kita nyaman berada di lingkungannya. Lingkungan yang teduh ini memberi kita ketenangan hidup.

“ tata ruang lingkungan asri dapat di implementasikan melalui pembagian zona area antara area residensial, komersial, dan fasilitas umum yang ditata berdasarkan faktor iklim, vegetasi, hidrologi, geologi, topografi, sosio-demografi, akses dari masing-masing area tersebut, hingga membuat suasana semakin nyaman , nantinya kawasan ini menjadi terpadu untuk mendapatkan kehidupan berkualitas, baik untuk tempat tinggal maupun bekerja. Semua peluang eksklusif akan tercipta dengan konsep modern didukung investasi yang menjanjikan di masa depan “ kata Bupati

Sebelumnya, Bupati telah mengingatkan kembali bahwa pemerintah desa harus mampu mengajak masyarakat mendukung program ini serta memberikan informasi secara jelas serta sesuai aturan.

Kepala Daerah yang berjuluk Pariri Lema Bariri ini mengingatkan agar tidak ada pihak lain yang memanfaatkan program penataan pemukiman nelayan ini selain warga nelayan sendiri.

Ia menegaskan tidak akan mentolerir sikap mengklaim tanah kawasan Rumah Khusus (Rusus) yang menjadi kewenangan daerah. Ia menginstruksikan pemugaran desa Tano sesegera mungkin yang dilakukan oleh tim khusus.

“Nanti konsep pemugaran desa ini diputuskan oleh tim gabungan masyarakat dengan pemerintah desa. Tokoh masyarakat, tokoh pemuda dibantu kepolisian dan TNI,” ujarnya.

Pada tahun 2017, setidaknya 2,1 hektar lahan tanggul telah di urug dengan ketinggian yang sesuai. Pembiayaan melalui anggaran APBD . Setelah itu selesai, barulah pelaksana proyek memanfaatkan PU PR membangun rumah tipe 36 sebanyak 70 unit.

“Yang terdampak langsung itu yang menerima rumah. Penggusuran rumah terdampak dilakukan bertahap sesuai unit yang tersedia. Begitu seterusnya agar tidak ada biaya dan pemindahan lancar,” jelasnya.

Rumah khusus nelayan adalah prioritas pertama pemerintah. Sarana ini, kementerian juga membangun dan prasarana penujang lainnya, seperti Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), drainase, taman dan jalan.

Setelah ini pemerintah mengarahkan prioritas kedua yakni relokasi pemukiman disepadan jalan negara dekat tanggul untuk di alihkan ke seberang jalan negara dengan elepasi lebih tinggi. Disana, warga akan menerima tanah dan bangunan rumah masing masing ukuran 5 x 6 meter.

Relokasi dilakukan, menyusul perluasan atau rekonstruksi jalan negara Poto Tano simpang Ai Jati Kabupaten Sumbawa dengan dua lajur (Baypass) dengan panjang masing masing lajur sembilan meter. Penataan pemukiman dan jalan di Poto Tano akan menjadikan Poto Tano sebagai gerbang masuk yang megah dan terbaik di NTB. ( Edi Chandra/M7 )

2,824 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan