Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Politisasi SARA Jangan Beri Ruang di Media

Politisasi SARA Jangan Beri Ruang di Media

JAKARTA, MENIT7.com — Direktur Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) Ahmad Junaidi mengajak media massa di Indonesia untuk tidak mentoleransi politisasi suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) dalam Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019. 

Menurut Ahmad sikap seperti ini sangat dibutuhkan dalam menangkal penguatan polarisasi masyarakat.

Ia berharap agar kisruh dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2017 silam yang sarat dengan ujaran kebencian dan aksi persekusi tak terulang lagi di daerah lainnya.

Ahmad mengimbau agar media massa tak memperkeruh atau menyebarkan sentimen suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) di tahun-tahun politik.

“Media jangan sampai ikut terseret ke dalam perpecahan poiitik yang menggunakan agama dan etnis karena kerusakannya sangat besar bagi bangsa ini yang hingga kini masih belanjut,” kata Ahmad dalam keterangan resminya, Kamis (29/3/2018).

Di sisi lain, Ahmad juga mengkritik upaya kelompok tertentu yang menggunakan intimidasi terhadap karya-karya jurnalistik. Ahmad menilai upaya intimidasi seperti yang dilakukan sebuah ormas terhadap media yang sempat menerbitkan karikatur harus dilawan.

“Bagi kami, upaya mengerahkan massa, mengancam dan meiakukan kekerasan atas kerja jumalistik adalah pelecehan terhadap prinsip-prinsip demokrasi yang sangat menjunjung tinggi kebebasan pers,” kata dia.

Ahmad mengingatkan ketika pers diintimidasi, seharusnya negara harus benindak tegas. Apalagi jika ditemukan unsur-unsur kekerasan terhadap para awak media.

“Warga maupun pemerintah harus ingat bahwa kerja-kerja jurnatistik tidak bisa ditekan apalagi dengan kekerasan,” ungkapnya.

Dosen ilmu komunikasi Universitas Tarumanegara itu menegaskan, persoalan sengketa pers harus melalui Dewan Pers.#DAR/Kps/M7 

984 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan