Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Polda Sulbar Diharap Tindak Lanjuti Laporan LIRA, Kasus Dugaan Ijazah Palsu

Polda Sulbar Diharap Tindak Lanjuti Laporan LIRA, Kasus Dugaan Ijazah Palsu

MAMUJU UTARA, MENIT7.Com – Kasus dugaan penggunaan ijazah palsu oleh oknum Kepala Desa (Kades) terpilih Desa Doda, Kecamatan Sarudu, Mamuju Utara (Matra) Resmi Naso dilaporkan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sulbar ke Krimsus Polda Sulbar dengan nomor surat 058/DPW-LIRA/Ext-SB/IX/2017 pertanggal 30 Oktober 2017, namun hingga kini pihak Polda belum menindaklanjuti laporan LIRA tersebut.

Adapun tahun tamat oknum Kades tersebut tamat di SDN Doda pada Juni 1992, SMP Desember 1998 di Mamuju, Madrasah Aliyah (MA) Alkhairat Juni 2008 di Bambaloka Matra, sementara tahun kelahiran Rasmi Naso 31 Desember 1966.

Sebagaimana yang telah dilaporkan DPW LSM LIRA Sulbar ke Polda Sulbar, DPD LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulbar, Adi Putra Siregar angkat bicara. 

“Laporan rekan kami atas dugaan penggunaan ijazah palsu tersebut seharusnya Polda Sulbar harus segera melakukan gelar perkara, 3 x 24 jam untuk segera diproses demi asas kepastian hukum, agar semuanya tidak jadi pertanyaan masyarakat khususnya di Matra,” kata Adi Putra Siregar kepada Menit7.com, Rabu (1/11/2017)

Lanjut Adi, sebagaimana tahun kelahiran oknum Kades Doda dengan tahun tamatnya mulai SD, SMP dan MA itu terjadi kejanggalan yang sangat jauh terpaut antara tahun kelahiran dengan tahun jenjang pendidikannya.

“Lihat saja tahun kelahiran oknum Kades Doda dengan tahun tamat ditingkat SD. Oknum Kades tamat SD saat berumur 26 tahun, sementara logikanya kalau kita mengikuti pendidikan formal diumur 26 tahun itu, kita pada umumnya sudah selesai atau tamat di perguruan tinggi. Jadi ijazah oknum Kades Doda tersebut kuat dugaan palsu dan diharapkan Polda Sulbar untuk sesegera mungkin menindaklanjuti persoalan dugaan ijazah palsu ini,” jelasnya.

Selain itu, oknum Kades Doda Resmi Naso juga merupakan incumbent dan periode pertamanya juga diduga bermasalah.

“Periode pertama oknum Kades itu juga sempat dilaporkan ke Polres Matra pertanggal 12 Oktober 2009 namun tidak ada tindaklanjutnya sehingga pelapor saat itu atas nama Syahril kembali melayangkan surat ke Polda Sulselbar pada 12 Desember 2010, namun tidak ada juga realisasinya bahkan dilantik sebagai Kades Doda oleh Bupati Matra terpilih saat itu Agus Ambo Djiwa.Jadi sangat jelas kalau oknum Kades ini kebal terhadap hukum sebab setiap dilaporkan terkait dugaan ijzah palsunya tidak pernah ditindalanjuti oleh pihak berwenang,” ungkapnya.#Ad/Jay/M7.

3,774 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan