Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Pimpinan Ponpes Apresiasi Pemutaran Film G30S/PKI

Pimpinan Ponpes Apresiasi Pemutaran Film G30S/PKI
Penandatanganan prasasti tanda diresmikannya pesantren Kedunglo, Samarinda.(Foto/KP)

SAMARINDA,MENIT7.Com – Pondok Pesantren dan Asrama Kedunglo akhirnya diresmikan. Hadir dalam peresmian itu Wakil Walikota Samarinda, Nursyiwan Ismail dan sejumlah pejabat di Kecamatan Samarinda Utara.

Menurut Ketua Yayasan Pesantren Kedunglo Kalimantan Timur, Saefuddin Zuhri,  selain pesantren yang menjadi wadah pendidikan agama pihaknya juga telah mengembangkan pendidikan formal melalui sekolah umum yakni SMP dan SMU.

“Untuk sekolah umum baru terlaksana dua tahun ajaran, kedepan kami juga akan melakukan pengembangan untuk Sekolah Dasar dan  lainnya,” jelasnya.

Sementara itu pengasuh Pondok Pesantren Kedunglo, Kediri, Jawa Timur KH Abdul Latief Madjid  memberikan apresisasi positif atas  rencana pemutaran kembali film G30S/PKI yang saat ini masih menimbulkan pro dan kontra di tengah masyarakat.

Abdul Latief menyatakan sangat setuju dilakukannya pemutaran film tersebut, karena ia menilai dampaknya bisa memberikan manfaat positif bagi generasi muda bangsa utamanyamenyangkut sejarah masa lampau dan berharap  semoga kedepan sejarah kelam tersebut tidak terulang lagi.

“Saya sempat mengikuti pernyataan Panglima TNI  soal rencana pemutaran flim ini, menurut saya, ini hal  yang positif untuk memberikan gambaran sejarah bangsa di masa lalu khususnya bagi para generasi bangsa,” kata Abdul usai meresmikan Pondok Pesantren dan Asrama Kedunglo 7 Talangsari, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda,  Kamis.

Bahkan lanjut, Abdul Latief seharusnya tidak hanya sebatas film PKI saja, namun sejumlah film terkait sejarah heroik perjuangan para pahlawan yang memperjuangkan kedaulatan bangsa seperti Jenderal Sudirman, Diponegoro dan tokoh pejuang lainnya juga patut diunggah kembali.

“Dengan adanya teladan para pahlawan itu tentunya kita berharap bisa menumbuhkan kembali jiwa nasionalisme dan patriotisme bagi generasi bangsa kedepannya,” katanya.

Ia menambahkan bertepatan peringatan tahun baru Islam di tahun 2017 ini,  hendaknya seluruh umat muslim di negeri ini tetap mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, dan menghindarkan segala bentuk caci makian kepada kelompok tertentu yang bisa menimbulkan permusuhan. (KP/M7)

5,212 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

2 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan