Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Perlu Anda Tahu, Pahami Istilah SWDKLLJ pada STNK

Perlu Anda Tahu, Pahami Istilah SWDKLLJ pada STNK

MENIT7.com – Setiap kendaraan bermotor yang digunakan di jalan raya pasti dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Nah, pada bagian STNK tersebut ada baiknya memahami istilah-istilah apa yang dimaksud.

Salah satu tanda baca yang tertera pada STNK yakni SWDKLLJ. Semua STNK pasti tertulis SWDKLLJ. Di mana bagian ini ada di kolom daftar pembayaran STNK dan tercantum pula nominal yang harus dibayar pemilik kendaraan.

Lantas apakah SWDKLLJ itu? SWDKLLJ merupakan kepanjangan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan. Anda harus membayar SWDKLLJ saat membayar pajak kendaraan.

Setelah membayar SWDKLLJ artinya, secara otomatis diri kita tercatat ikut asuransi yang dikelola oleh perusahaan BUMN melalui Jasa Raharja.

Perlu dicatat, besarnya tarif SWDKLLJ tergantung dari tipe kendaraan. Untuk motor berkapasitas mesin 50 cc sampai 250 cc akan dikenai tarif Rp 35 ribu. Sedang jenis sedan, jip dan lain-lain sebesar Rp143 ribu.

Fungsi SWDKLLJ

Kegunaan SWDKLLJ yaitu kita akan mendapatkan perlindungan asuransi bila berjalan kecelakaan jalan raya.

Perlu dipahami, pemberian asuransi ini tak hanya akan diserahkan karena Anda pengguna kendaraan bermotor saja. Sebaliknya, jika pengguna motor menabrak pejalan kaki, maka asuransinya bisa menjadi hak milik korban kecelakaan.

Sebelumnya, besar santunan yang diperoleh oleh Jasa Raharja berdasar pada Ketetapan Menteri Keuangan RI No 36/PMK. 010/2008 dan 37/PMK. 010/2008 tanggal 26 Februari 2008 yaitu :

– Meninggal Dunia, sebesar Rp25 juta

– Cacat (Maksimal), sebesar Rp25 juta

– Biaya Rawat (Maksimal), sebesar Rp10 juta

– Biaya Penguburan, sebesar Rp2 juta

Namun kini, besaran santunan telah dilakukan revisi, yaitu berdasarkan Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan RI No.15 dan 16 /PMK.10/2017.

Berdasarkan kebijakan ini, maka santunan kepada korban kecelakaan yang diberikan PT jasa Raharja mingkat hingga 100 persen, yakni sebagai berikut:

– Ahli waris korban meninggal dunia mendapatkan santunan sebsar Rp50 juta

– Santunan bagi korban cacat masih tetap sesuai persentase tertentu dari santunan korban meninggal dunia Rp50 juta.

– Pergantian biaya perawatan dan pengobatan meningkat menjadi maksimal Rp20 juta.

– Penggantian biaya P3K dari tidak ada menjadi Rp1 juta.

– Penggantian biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris) meningkat menjadi Rp4 juta.

– Penggantian pertolongan pertama paling besar Rp1 juta

– Penggatian biaya untuk membawa korban ke fasilitas kesehatan paling besar Rp500 ribu.

Proses pembayaran santunan juga prosesnya sudah online dan langsung dibayarkan satu hari setelah kecelakaan.#Ist/Jay.

2,790 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan