Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Perjosi Kecam Pemukulan Wartawan di Kendari Oleh Oknum Polisi

Perjosi Kecam Pemukulan Wartawan di Kendari Oleh Oknum Polisi

Jakarta, Menit7.com –Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia (Perjosi) Salim Djati Mamma, mengecam sikap kasar dan arogan oknum polisi terhadap wartawan di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggota kepolisian Polsek Mandonga, Polda Sultra, Jumat (19/10/2018) merupakan tindakan tidak terpuji.

Itu diungkapkan Salim Djati Mamma saat dihubungi di Jakarta, sore ini, via selularnya.

“Saya sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh oknum anggota Polri itu. Ini bukan jamannya lagi melakukan tindakan kekerasan, apalagi adanya ancaman, “ujarnya.

Dia menambahkan pemukulan itu merupakan melanggar UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers pasal 4 ayat 1 dan 2.

Kata dia, dalam pasal tersebut, kemerdekaan Pers dijamin, sebagai hak azasi warga negara, ayat kedua bahwa terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran.

Mantan Wakil Ketua PWI Sulsel Bidang Pembelaan Wartawan ini, juga menyesalkan kepada beberapa pihak, yang selalu melakukan kekerasan terhadap wartawan atau pekerja Pers, dan itu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Karena itu Perjosi berjanji, akan melakukan pembelaan kepada wartawan yang dipukul ataupun mendapat ancaman saat melakukan tugas jurnalistik.

“Perjosi akan melakukan pembelaan terhadap teman-teman pers, baik anggotaPerjasi maupun bukan. Kami akan berkoordinasi dengan Pimpinan Media yang bersangkutan. Selain itu akan meminta Pimpinan Kepolisian untuk menuntaskan kasus pemukulan wartawan di Kendari segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut,” tegasnya.

Ketiga Wartawan yang menjadi korban tindakan kekerasan oknum polisi itu adalah Ilham (kontributor Net TV), Fadli ( Wartawan Detiksultra.com), Alfian (Wartawan Koran Rakyat Sultra).

Adapun kronologi kejadian bermula saat ketiga wrtawan yang sedang melakukan peliputan kasus dugaan pengancaman oleh pelajar kepada guru di salah satu sekolah di Kendari.

Ilham (Net TV), salah satu korban mengatakan, oknum anggota Polsek Mandonga secara jelas menunjukan sikap kasar dengan nada keras membentak ketiga wartawan tersebut, dan memaksa untuk menghapus hasil rekaman audio, dan video dan mengancam serta mengusir semua wartawan yang sedang meliput.
“Hapus semua rekamannya itu, jangan ada berita yang tayang hari ini, kalau tidak jangan harap ada yang dapat keluar dari ruangan ini, kalau kamu tidak hapus rekamanmu, ”ujar Ilham, menirukan perkataan oknum anggota Polsek Mandonga itu.

Ilham menambhakan, seharusnya mereka meminta kami secara baik-baik, bukan dengan cara membentak. “Kita juga mengerti mana yang harus layak tayang mana yang tidak layak, ” tuturnya. (haludin/Menit7)

1,855 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan