Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Penyidik Kasus “Mafia Proyek” Dinilai Tidak Netral?

Penyidik Kasus “Mafia Proyek” Dinilai Tidak Netral?

MAMUJU, MENIT7.Com – Personil Penyidik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diwajibkan menjaga netralitas dalam menangani perkara yang sedang ditangani.

Kasus dugaan Mafia Proyek yang disangkakan kepada IRR sebagai tersangka dari Reskrimum Polda Sulbar, dilakukan Kasubdit III, AKBP Andi Mappijaji,SH menjadi pertanyaan bagi tersangka IRR.

IRR menilai penetapan tersangka kepadanya dilakukan pihak penyidik Reskrimum Polda Sulbar sangat tendensius, menurutnya penyidik sangat memihak kepada pelapor.

“Penyidik Reskrimum Polda Sulbar, Pak Andi Mappijaji tidak netral menangani perkara saya, saya pernah lihat pelapor makan di rumah Andi Mappijaji, padahal hal itu tidak boleh dilakukan penyidik,” kata IRR saat media Menit7.com, menemui di ruang sel Polres Mamuju, Sabtu (21/10/2017)

Kepada Menit7.com, IRR mengatakan penghubung yang memperkenalkan pelapor yaitu Andi Pirsan dan Muhlis turut andil tidak ditangkap, begitupun juga Hartono kami duga memberi uang ke penyidik, sampai sekarang tak ditangkap juga.

“Penyidik netral dong, ini masalah saya bukan penipuan saya kerjasama dengan pelapor, proyek ada, pelapor gugur karena berkas perusahaan yang mereka pakai ikut lelang tidak lengkap, dana itu diberikan kepada saya untuk mengurus tiga  proyek, berarti ada proses yang kita harus lalui dan ada obyek yang dituju,” ungkap IRR.

Lanjut IRR katakan, biarkan dia (penyidik-red) melakukan tuduhan kepadanya dengan kata “Mafia Proyek” nanti di Pengadilan kuasa hukum menanganinya.

“Nanti kita lihat mana Mafia, biarkan nanti di Pengadilan pengacara saya, Pak Andi Toba. Dia masih di luar daerah,” ucapnya.

Melalui telpon selulernya, saat Menit7.com menghubungi pengacara IRR Andi Toba,SH.

“Saya masih di Kalimantan, nanti kita jumpa di Mamuju, kasus tuduhan Mafia Proyek, kepada klien saya itu bukan kasus penipuan, itu kerjasama karena ada proyek yang nyata, hanya pelapor tidak memenuhi syarat perusahaannya ikut dalam lelang, klien saya hanya kasus Perdata bukan Pidana, penyidik terlalu memaksakan kasus itu,” kata Andi Toba.

“Nanti saya ketemu penyidik di Pengadilan, harus membedakan mana pidana mana perdata, tidak ada penipuan, karena ada obyek di tuju, hanya pelapor tidak sabar, serta perusahaannya tidak lengkap,” terangnnya.

Hal itu, juga dikatakan pelapor Arfiana (Af), bahwa dirinya mau membuat pernyataan tertulis kepada terlapor IRR, tapi pihak penyidik melarangnya.

“Saya mau melakukan perjanjian tertulis antara saya dan terlapor, apalagi ada tanah yang mau dijanjikan oleh terlapor serta uang tunai Rp150 juta, tapi Pak Andi Mappijaji melarang saya, maunya dia yang menangani perjanjian saya sama terlapor,” ungkapnya kepada Menit7.com belum lama ini.#Jay/M71.

3,352 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan