Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Pemkab Maros Bebaskan PPN dan PPh Pengadaan Barang dan Jasa Penanganan Covid-19, Ini Penjelasan Kabid PMD Maros

Pemkab Maros Bebaskan PPN dan PPh Pengadaan Barang dan Jasa Penanganan Covid-19, Ini Penjelasan Kabid PMD Maros

MAROS, MENIT7.COM – Kabid PMD Kabupaten Maros, Syamsul Idrus,didampingi Kepala Desa Toddolimae, Muhammad Amir, secara rinci menjelaskan, “berdasarkan Pasal 32A, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 40/PMK.07/2020 Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 205/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan Dana Desa, dan Peraturan Menteri Keuangan No 28/2020 tentang Pembebasan PPN dan PPh Barang dan Jasa Pada Penanganan Covid-19.

Penegasan tersebut disampaikan pada acara penyerahan BLT-DD ke masyarakat tahap III di Kantor Desa Toddolimae, Kec. Tompobulu, Kab. Maros Senin, 22/6-2020.

Dijelaskan, insentif yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Maros, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia, berupa pembebasan PPN, PPh sesuai Pasal 22 Impor, PPh Pasal 23, hingga PPh Pasal 21 berlaku hingga September 2020.

Insentif PPN tersebut, diberikan kepada Badan atau Instansi Pemerintah. Salah satunya adalah Rumah Sakit, serta pihak lain yang membantu dalam penanganan COVID-19, atas impor atau perolehan dan pemanfaatan BKP (Barang Kena Pajak) dan JKP (Jasa Kena Pajak) dan PPN yang terutang atas impor BKP tidak dipungut.

“Adapun, penyerahan BKP dan JKP oleh PKP (Pengusaha Kena Pajak) kepada badan atau instansi pemerintah, rumah sakit, dan pihak lain yang membantu penanganan COVID-19 ditanggung oleh pemerintah,” ujarnya.

Syamsul menjelaskan, perlakuan yang sama juga diberikan atas pemanfaatan JKP dari luar daerah pabean dan di dalam daerah pabean.

Sementara BKP yang dibebaskan dari PPN, dalam rangka penanganan COVID-19 antara lain seperti, pengadaan obat-obatan, vaksin, peralatan laboratorium, pendeteksi, pelindung diri, peralatan untuk perawatan pasien, hingga peralatan pendukung lain, ujarnya.

Menurutnya, PPh Pasal 22 Impor juga tidak dipungut atas impor, seperti obat-obatan, vaksin, peralatan laboratorium, pendeteksi, pelindung diri, peralatan untuk perawatan pasien, hingga peralatan pendukung lainnya oleh badan atau instansi pemerintah, rumah sakit, dan pihak lain yang membantu penanganan COVID-19.

“Pembebasan pajak ini juga diberikan kepada pihak ketiga yang melakukan penjualan barang yang diperlukan untuk penanganan COVID-19 kepada badan atau instansi pemerintah, rumah sakit, yang membantu penanganan COVID-19 tersebut,” urainya.

Terkait BLT – DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa), tersebut Kabid PMD Kabupaten Maros ini mengatakan, “sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1A) huruf b, berupa BLT Desa kepada keluarga miskin atau tidak mampu di Desa sebagai KPM (Keluarga Penerima Manfaat), pemerintah Desa wajib menganggarkan dan melaksanakan kegiatan BLT Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1).”

Warga penerima manfaat BLT Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), paling sedikit memenuhi kriteria sebagai berikut, keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di Desa bersangkutan, dan tidak termasuk penerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan), Penerima Bantuan Sembako, dan Penerima Kartu Pra Kerja. Pendataan calon penerima BLT Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b mempertimbangkan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dari Kementerian Sosial.

Besaran BLT Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ditetapkan sebesar Rp. 600 ratus ribu per-kepala keluarga penerima manfaat per-bulan, yang dibayarkan setiap bulan selama 3 (tiga) bulan. 

BLT Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (5), dianggarkan dalam APBDes maksimal sebesar 35% dari Dana Desa yang diterima Desa bersangkutan.

Besaran Dana Desa untuk BLT Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (6). Jika tidak mencukupi, Kepala Desa dapat menggunakan Dana Desa melebihi batasan tersebut setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah, kata Mantan Sekcam Mallawa, Kabupaten Maros tersebut. (agun/anto)

2,995 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan