Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

 Pembangunan Jalur  KA Tahap II  Maros-Pangkep Kembali Dilanjutkan

 Pembangunan Jalur  KA Tahap II  Maros-Pangkep Kembali Dilanjutkan

Maros,Menit7.com-Pekerjaan pembangunan jalut kereta api Makassar-Parepare tahap II (Maros – Pangkep) segera dilanjutkan. Agar pelaksanaan pembangunan berjalan lancar, tim pembebasan lahan yang terdiri dari tim A dan tim B melakukan  sosialisasi pengadaan tanah, yang dihelat di kantor camat Marusu. kabupaten. Maros, Rabu, (15/8).

Dihadiri, tim dari Kementerian Perhubungan, Kejaksaan Tinggi Sulsel, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Camat Marusu. Masyarakat Kabupaten Maros.

Warga yang lahannya terkena pembebasan sangat antusias mengikuti acara tersebut. Ada dua desa yang terkena jalur kereta api. Yakni, desa Tellupoccoe dan Marumpa, kecamatan Marusu. Ada sekitar 102 warga yang akan menerima ganti rugi. Sebanyak, 62 orang di desa Tellumpoccoe dan 40 orang desa Marumpa.

Para pemilik lahan menerima langsung pembayaran. Tidak bisa diwakilkan, ” ujar salah seorang tim dari Kejaksaan Tinggi Sulsel, Dedy.

Ditegaskan Dedy untuk mematikan kepemilikan lahan yang sah harus menujukkan surat kepemilikan lahan seperti sertipikat dan rincik. “Pemilik lahan juga harus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan nomor handphone (HP) untuk memastikan pemilik lahan yang sah. Pemilik yang menerima langsung uang ganti rugi tidak boleh diwakilkan,”ujarnya.

Menurut Dedy, pembayaran langsung kepada pemilik lahan karena di Maros ini banyak bermunculan para makalar kasus (Markus) yang mengambil keuntungan. “Saya ingatkan jangan coba-coba bermain dan mengambil keuntungan yang dapat meerugikan keuangan negara,”imbunya.

Sementara Camat Marusu, Andi Pallawagau mengaharapkan, agar pekeejaan pembangunan jalur kereta api tahap II ini dapat berjalan lancar.

Menurut Pallawagau, keberadaan proek tersebut dapat meningatkan perekonomian rakyat dan memperpendek jarak tempuh. Pallawagau memberi contoh dari Makassaar – Parepare jaraknya 155 Km ditempuh kurang lebih tiga jam, tapi kereta api hanya 1 jam.

Disinggung soal besar anggaran yang disiapkan pemerintah untuk ganti rugi, menurut Pallawagau, belum diketahui. Tapi yang jelas dana itu sudah ada dan siap dibayarkan.

Tim saat ini sedang bekerja. Tim A bertugas melakukan pendataan dan pengukuran dan tim B melakukan verifikasi data. Mencocokan data yang diperoleh tim A. ” Saya harap mudah-mudahan pembayaran ganti rugi berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah,” kata Andi Pallawagau. (anto amama/menit7)

200 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan