Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Pejabat PUPR Pangkep Bungkam Terkait Proyek Bendung Tombolo

Pejabat PUPR Pangkep Bungkam Terkait Proyek Bendung Tombolo

Pangkep, menit7.com-Proyek pembangunan bendung Tombolo di Kabupaten Pangkep terbengkalai. Pasalnya, hingga hari ini tidak ada lagi kegiatan para pekerja di proyek yang telah menelan anggara senilai Rp.50 miliar tersebut.

Tak heran bila warga setempat kerap mempertanyakan kelanjutan pekerjaan proyek bendung Tombolo yang terletak di Kecamatan Ma’rang, Kabupaten Pangkep yang rencananya akan mengaliri persawahan di empat kecamatan.

H Ambo, salah seorang warga sekitar, menduga, proyek yang dananya bersumber dari APBN dan APBD serta Stimulus ini, terkesan dikerjakan tidak sesuai ketentuan, sehingga ditinggal para pekerjanya.

Sayangnya, pihak-pihak yang bertanggung jawab mulai proyek tersebut dilaksanakan seperti PT Patriotjaya Pratama, PT Modal Utama, PT Herba Sari, PT Multi Engka Utama, PT Bumicon, serta lima perusahan lainnya milik keluarga Batara Pangkep, Mantan Kadis PUPR Pangkep, serta Kadis PUPR Pangkep sekarang, selaku pelaksana proyek dan KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) bungkam dan tidak bersedia memberi keterangan mangkraknya proyek bendung Tombolo tersebut

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pangkep, Rizaldy Parumpa, dari Patai PPP yang dihubungi via telepon selularnya mengatakan, proyek tersebut tidak layak untuk dilanjutkan.

” Debit airnya di musim hujan kecil, dan hasil study kelayakannya juga menyatakan tidak layak dibangun bendung, karena di bawah bendung Tombolo tersebut, berongga,” ujarnya.

Zaldy bahkan menyarankan kepada media ini agar menemui Sudirman di PUPR Kabupaten Pangkep, karena dia selaku perencana saat itu. ” Temui saja Sudirman karena saat itu dia selaku perencana,”jelasnya.

Kepala Penataan Ruang PUPR Kabupaten Pangkep, Sudirman yang dihubungi via telepon selularnya terkait mangkraknya proyek bendung Tombolo, mengelak memberi keterangan.

Sudirman berkilah, kalau saat itu hanya bertugas di kantor Bappeda Pangkep.
“Saya masih bertugas di Kantor Bappeda Pangkep. Nanti tahun 2011 baru pindah dan menduduki posisi Kabid di PUPR Pangkep,” katanya.

Sedang Kadis PUPR Kabupaten Pangkep Sunandar dikonfirmasi terkait kasus mangkraknya Bendung Tombolo, tidak mau menemui wartawan. Sejumlah pegawai di Kantor PUPR Pangkep, secara bersamaan melakukan aksi tutup mulut, terkait kasus tersebut

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Dewan Rakyat Anti Korupsi (DPP Derak) Husaini mengatakan, seharusnya penyidik memeriksa dan menahan semua yang terlibat dalam proyek kongkalikong tersebut karena diduga terjadi penyalagunaan anggaran.

“Mantan Kadis PUPR dan Kadis PUPR Pangkep sekarang seharusnya menjelaskan kepada publik soal mangkraknya proyek tersebut ,” jelas Husaini. (ira)

1,639 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan