Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Pasien Miskin Ditolak Rumah Sakit

Pasien Miskin Ditolak Rumah Sakit

MAMUJU, MENIT7.com – Herawati (60),  warga Dusun Batu Papan, Desa Bambu, Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Kini hanya bisa terbujur lemah ditempat tidurnya. Sudah berbulan- bulan ia sakit. Ia tidak bisa berobat lanjut karena miskin. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Mamuju sudah menolaknya. 

Menurut anaknya, Hasrawati, bahwa ibunya ini menderita tumor ganas.

“Rumah sakit menolak pak, waktu Saya bawa kesana kembali. Kami disuruh merujuk ke Makassar, tapi kami tidak punya biaya,”  tutur Hasrawati kepada Menit7.com, Minggu (10/12/2017)

Meski memiliki kartu BPJS miskin, namun pihak Rumah Sakit (RS) tetap menolak, dengan alasan harus dirujuk karena pihak RSUD tidak sanggup menangani lagi penyakit yang diderita Herawati ini.

Akibatnya, Hasrawati anak korban ini hanya bisa pasrah, menunggu keajaiban. Ia tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu ketentuan Allah atas diri orang tuanya. Sebab untuk merujuknya ke Makassar bagi Hasrawati sepertinya menjadi suatu hal yang mustahil.

“Jangankan biaya untuk merujuk ke Makassar pak, makan aja sehari-hari kadang tidak ada, kecuali ada dermawan atau tetangga yang menjenguk lalu kasihan dan memberi uang,” kata Hasrawati.

Sementara itu Husaini,  pemerhati sosial menilai, kondisi yang dialami keluarga Hasrawati ini, bukan hanya dipicu faktor kemiskinan semata, namun ketidak hadiran negara dan pemerintah dalam kehidupan dan kesejahteraan rakyatnya, juga menjadi faktor pemicu.

Buktinya,  menurut penuturan Hasrawati,  apa yang dialami orang tuanya tersebut,  sebenarnya di ketahui pihak pemerintah setempat, karena kondisi ini berlangsung sudah cukup lama. Namun hingga saat ini belum ada bantuan.

“Padahal sangat jelas,  Pasal 34 UUD 45 ayat 1, fakir miskin dan anak-anak terlantar di pelihara oleh negara. Ini artinya negara telah lalai pada kewajibannya,” tandas Husaini.

Menurutnya kondisi yang dialami keluarga Hasrawati ini, adalah satu dari sekian banyak kasus serupa yang sering kali kita jumpai. Untuk itu Ia berharap agar pihak pemerintah daerah kabupaten Mamuju, menyikapi kasus ini.

“Bupati wajib turun tangan,” kunci Husaini. #Alfian/M7.

4,152 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

49 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan