Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Pasca Ditolak Praperadilan, Ketua DPRD Undur Diri, Tindakan itu Kesatria

Pasca Ditolak Praperadilan, Ketua DPRD Undur Diri, Tindakan itu Kesatria

MAMUJU, MENIT7.Com – Pasca penolakan Praperadilan telah dilakukan ke tiga tersangka dugaan korupsi APBD Sulbar tahun 2016. Pimpinan DPRD provinsi Sulbar berujung pada akhir karirnya sebagai ketua DPRD.

Ketua DPRD Sulbar, Andi Mappangara resmi mengundurkan diri dari Sekertaris DPD Partai Demokrat dan sebagai Ketua DPRD Sulbar, pernyataan pengunduran dirinya, melalui Konfrensi Pers di Sekertariat DPD Partai Demokrat Jalan Husni Thamrin, Mamuju, Rabu (25/10/2017) sekira pukul 14.30 WITA.

“Hari ini, Saya telah menerima telpon dari kuasa hukum Saya, bahwa proses Praperadilan yang kami upayakan di tolak, sehingga hari ini saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Sekertaris Partai Demokrat serta mengundurkan diri Ketua DPRD Provinsi Sulbar,karena Saya ingin menfokuskan pada proses hukum yang saya alami sekarang,” kata Andi Mappangara.

Menurutnya, dirinya mengundurkan diri dari jabatan sebagai Ketua DPRD Sulbar, setelah ditolak upaya Praperadilan yang di lakukan oleh kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (24/10) kemarin.

Pengunduran diri Andi Mappangara, dari jabatan Sekertaris DPD Partai Demokrat, merupakan fakta integritas Partai Demokrat.

Hal itu dikatakan, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat, DR.H.Suhardi Duka. “Sesuai fakta integritas Partai Demokrat, bahwa apabila seseorang tersangka, maka harus mengundurkan diri dari jabatan yang di embangnya,” terang Suhardi Duka (SDK).

Olehnya itu, kata SDK selaku Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar akan secepatnya menyampaikan ke DPP Demokrat, kerena di Demokrat memiliki aturan.

“Selaku ketua DPD tidak bisa memilih siapa yang mengantikan posisi Andi Mappangara sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulbar, yang berhak menentukan itu adalah DPP bukan kewenangan DPD,” terangnya.

Menurutnya, sebagai Ketua DPD tidak bisa mengambil keputusan untuk menentukan siapa pengganti Ketua DPRD Sulbar, hal itu semua keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

“Saya hanya menyampaikan bahwa masih ada 9 orang kader Partai Demokrat untuk menggantikan posisi Ketua DPRD Provinsi Sulbar, karena dia telah mengundurkan diri dari jabatan itu, guna untuk menfokuskan proses hukumnya yang dia jalani,” ujar mantan Bupati Mamuju dua periode ini.

Tindakan ketua DPRD Sulbar Andi Mappangara, dalam mengambil sikap mengundurkan diri jabatan Ketua DPRD Sulbar dan Sekertaris DPD Demokrat Sulbar, dianggap berjiwa kesatria dan memberikan contoh kepada kader Partai Demokrat dan buat politikus lainnya. Hal itu dikatakan Febriyanto Wijaya Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mamuju.

“Saya sebagai kader partai Demokrat, salut serta jiwa besar Bapak Andi Mappangara mengambil sikap mengundurkan diri sebagai Ketua DPRD Sulbar sekaligus Sekertaris DPD Partai Demokrat, hal itu memberi contoh moral dan prinsip kepada kita semua sebagai kader,” ucap Febriyanto Wijaya yang biasa akrab disapa Anto, kepada Menit7.com usai acara konfrensi pers.

Senada dikatakan Ketua Fraksi Demokrat DPRD Mamuju, Syamsuddin Hatta, turut hadir dalam acara tersebut, ia menilai tindakan dan sikap ketua DPRD Sulbar sekaligus Sekertaris DPD Demokrat mengundurkan diri dengan dua jabatan sekaligus, padahal proses hukum dijalani masih batasan tersangka.

“Sikap dan tindakan Pak Andi Mappangara, jarang terjadi, padahal status masih tersangka, karena aturan Partai Demokrat sesuai fakta integritas, tindakan itu diputuskan, tetapi hal jabatan Ketua DPRD Sulbar dilepaskan juga, ada pesan moral dan sikap kesatria dalam tindakan dan keputusannya,” ungkap Syamsuddin Hatta.#Jay/M7.

2,600 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan