Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

PARAH!!!…Oknum Polri Kendalikan Edaran Narkoba

PARAH!!!…Oknum Polri Kendalikan Edaran Narkoba
JARINGAN OKNUM POLISI: Dahlia, satu dari tiga anggota jaringan peredaran narkoba dibantu oleh oknum anggota Polri di PPU.(Foto-KP)

SAMARINDA,MENIT7.Com – Citra Polri sebagai institusi penegak hukum kembali tercoreng. Itu karena ulah salah seorang oknum petugasnya yang terlibat bisnis haram peredaran narkoba. Diungkap oleh tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim, Polres Penajam Paser Utara (PPU), dan Intel Resmob Polda Kaltim, kasus itu dibeberkan ke awak media di Samarinda, Jumat (15/9).

Oknum Polri yang terlibat adalah anggota Satuan Narkoba Polres PPU berpangkat Ajun Inspektur polisi satu (Aiptu) berinisial TR. Kini, TR mendekam di ruang tahanan BNN Kaltim. Kepala BNN Kaltim Brigjen Pol Raja Haryono membenarkan tangkapan tersebut. “Ya, memang ada, silakan dikonfirmasi ke Polda Kaltim,” ujar dia.

Terbongkarnya sindikat itu, setelah tim gabungan meringkus seorang pengedar bernama Bakri alias Bake di kawasan Sepaku, PPU. Petugas turut meringkus Dahlia (24), pengedar dalam jaringan yang sama. Dia diringkus di sebuah dermaga di Balikpapan, ketika hendak menyeberang ke PPU. Dari Dahlia, petugas menyita sepaket sabu-sabu 2 gram.

Dalam pemeriksaan terpisah, Bakri dan Dahlia mengakui mendapat obat terlarang itu dari TR. Dari keterangan Bakri, TR menjadi pengatur distribusi obat terlarang. “Diduga dia juga yang memasok sabu-sabu ke tangan Dahlia,” tambah Haryono.

Dari keterangan tersebut, tim gabungan meringkus TR. Hanya, saat ditangkap, TR mengelak. Dia membantah disebut membekingi peredaran narkoba di PPU. Hanya, petugas bertubuh gempal itu tak berkutik ketika tim gabungan membuktikan aksi kotornya tersebut. “Terbukti lewat transaksi keuangan yang berhubungan dengan dua tersangka lain,” ujar jenderal polisi berpangkat bintang satu itu.

Dalam jumpa pers kemarin, TR tak bisa menahan tangis kala istri dan anaknya dihadirkan di markas BNN Kaltim Jalan Rapak Indah, Sungai Kunjang. Di hadapan penyidik, oknum polisi berambut cepak tersebut berpesan ke istrinya agar tak usah menjual harta-benda. “Itu rumah untuk kamu dan anak kita. Rumah saya, ya, di ruang tahanan sini (BNN Kaltim),” ucapnya sembari mengusap matanya yang mulai sembab.

Haryono menegaskan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah berpesan agar tak pernah kendur dengan pengungkapan kasus narkoba. Siapa pun yang terlibat di dalamnya. “Siapa saja tetap saya proses,” tegasnya.

Sementara itu, awak media hanya diperbolehkan menjumpai Dahlia. Perempuan berambut sebahu itu tertunduk malu ketika kamera mengarah kepadanya. “Ojo (jangan) foto-foto, awas saja,” teriak Dahlia.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan. “Nanti saya kroscek dulu kebenarannya. Pasti nanti kami beberkan,” ucap dia.

Sedangkan, menurut Kapolres PPU AKBP Teddy Ristiawan membenarkan ada oknum petugasnya yang ditangkap. Hanya, itu terjadi dua bulan lalu. “Kalau materi penyelidikan, kami enggak tahu. itu tugas BNN, bukan kami yang menangani,” terangnya. (KP/M7)

2,432 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan