Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Otoritas Saudi Siksa Pangeran Dituduh Korupsi

Otoritas Saudi Siksa Pangeran Dituduh Korupsi

RIYADH, MENIT7.com – Otoritas Saudi dilaporkan melakukan penyiksaan kepada para pangeran yang ditahan di hotel bintang lima Ritz-Carlton, Riyadh, atas dugaan korupsi. Salah satunya, Pangeran Miteb bin Abdullah yaitu putra dari almahrum raja terdahulu yang pernah dianggap sebagai putra mahkota masa depan.

Media Middle East Eye (MEE) melaporkan secara eksklusif bahwa Miteb dipukul dan disiksa bersama lima pangeran lainnya saat menjalani penahanan dan interogasi pascatindakan keras korupsi oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Keseluruhan enam pangeran dibawa ke rumah sakit (RS) dalam 24 jam setelah penangkapan mereka.

Pangeran Miteb (65), saat ditangkap masih menjabat menteri Garda Nasional Saudi yakni pasukan militer yang diambil dari suku-suku yang loyal kepada House of Saudi untuk melindungi keluarga kerajaan. MEE juga mengonfirmasi bahwa putra almahrum Raja Fahd, Pangeran Abdul Aziz bin Fahd, yang ditangkap setelah musim haji pada awal September lalu, juga dibawa ke RS tak lama setelah penangkapannya, namun nasibnya masih belum jelas.

Seorang pria juga berada dalam kondisi buruk sehingga terpaksa dilarikan ke unit perawatan intensif (ICU) yaitu ruang khusus untuk perawatan pasien yang terancam nyawanya.

Staf RS menyatakan luka-luka dalam setiap kasus adalah hasil dari upaya bunuh diri. Semua dipukuli dengan parah, meski tidak satu pun mengalami patah tulang. Bekas luka di tubuh mereka sesuai dengan jejak yang ditinggalkan sepatu militer.

Sejumlah sumber MEE mengatakan Saudi membawa ke RS setidaknya 17 orang yang ditahan, tapi jumlah yang mengalami penganiayaan diyakini lebih tinggi. Unit-unit perawatan juga telah dipasang di hotel Ritz-Carlton dimana aksi pemukulan itu terjadi. Ini guna mencegah para korban dibawa ke RS.

MEE juga mendapatkan informasi bahwa para tahanan juga ditempatkan di dua hotel lainnya termasuk Courtyard, Diplomatic Quarter, yang letaknya di seberang jalan Ritz-Carlton.

Hotel Ritz-Carlton dan Courtyard sama-sama dikelola oleh jaringan hotel Marriott International. Seorang juru bicara untuk Marriott International, Jumat (17/11/2017), menyampaikan Ritz-Carlton dan Courtyard, Diplomatic Quarter, sementara ini tidak beroperasi sebagai hotel tradisional. Berdasarkan informasi di situs mereka, kedua hotel itu telah habis dipesaan dan tidak menerima tamu sepanjang bulan Desember.

“Jika terjadi kejahatan, maka kejahatan itu diatur oleh negara tempat Anda berada,” kata seorang pengacara hak-hak sipil di Houston, Texas, Randall Kallinen, merujuk kepada pemakaian kedua hotel tersebut.#MEE/RT/SP/M7.

1,366 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan