Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Ones dari Tukang Parkir sampai Magister Hukum

Ones dari Tukang Parkir sampai Magister Hukum

SAMARINDA, MENIT7.com — Hidup adalah perjuangan dan jangan pernah menyerah. Kata motivasi tersebut menjadi dorongan sosok pemuda Hilarius Onesimus Moan Jong, SH.MH biasa akrab disapa Ones.

Pria kelahiran Maumere, 13 Maret 1986 Anak dari Yuvensius Yansen (Ayah Alm) dan Yosefina Rovina  (Ibu) merantau ke Samarinda Agustus 2008, setelah tamat SMA Sint Gabriel Maumere 2005.

Melalui komunikasi via WhatsAap (WA) Ones menceritakan perjalanan hidupnya sebagai anak dari desa merantau ke Samarinda Ibu Kota Kalimantan Timur. Karena berbekal cita-cita serta impiannya untuk lanjut kuliah,karena keterbatasan anggaran Ones pernah melakoni kerja sebagai juru parkir dan tukang ojek.

Perjalanan hidup seorang anak desa yang begitu sulit dari menjadi tukang ojek sampai dengan tukang parkir pernah dia lakoni.

“Saya waktu tamat SMA tidak berpikir untuk lanjut kuliah,karena saya sadar bahwa kuliah membutuhkan biaya yang mahal sedangkan orang tua saya cuma petani di desa. Tapi saya tidak mau terima nasib, saya harus keluar dari rantai kemiskinan,” ungkap Ones kepada Menit7.com, Minggu (11/3/2018)

Lanjut Ones menceritakan dirinya juga pernah mendaftar polisi dan TNI AD tapi gagal

“Setelah tamat SMA bekerja menjadi tukang ojek di kampung dengan pendapat perhari Rp.15.000 dulu pernah mencoba keberuntungan untuk masuk anggota Polri namun gagal, setelah itu saya coba ikut tes masuk TNI tapi tidak lulus juga,makannya saya memilih untuk merantau ke Makasar dan di kota Makasar saya bekerja menjadi tukang parkir di sebuah tempat makan daerah Panakukang.Selama 2 bulan dari pagi sampai malam dengan rompi parkir dan peluit berdiri mengatur kendaraan pelanggang,” kata Ones.

Disaat di Samarinda Ones menempuh jenjang pendidikan sarjana di Universitas 17 Agustus1945 di Fakultas Hukum di wisuda 2015 sembari menjadi buruh tambang dengan gaji Rp2.500.000 per bulan.

“Saya lulus dari Untag 45 Samarinda, dengan biaya pribadi, hasil kerja sebagaian saya sisihkan buat makan dan sewa kos sebagian lagi buat membayar uang kuliah. Dulu waktu kuliah saya sudah aktif diberbagai organisasi mahasiswa dari Senat Fakultas Hukum sampai menjadi Ketua Cabang PMKRI Samarinda, jadi harus pandai – pandai membagi waktu,” cerita Ones.

Setelah lulus dari S1 Ones tidak pernah terlintas dipikirannya, bahwa nantinya bisa lanjut kuliah S2 yang dia pikirkan adalah mencari pekerjaan baru, maklum saat it sudah di PHK dari perusahaan.

Hanya bermodal sebuah semangat dan keyakinan bahwa “Pendidikan akan memutus mata rantai kemiskinan” berangkat dari situ Ones memberanikan diri untuk melanjutkan kuliah ke Magister Ilmu Hukum  Universitas Merdeka Malang, Jawa Timur. Walaupun pada saat itu belum jelas pekerjaan.

“Tapi buah dari semangat dan kerja kerasnya tanggal 10 Maret 2018. Di Yudisium pasca sarjana dengan IPK.3.77 Camlaude,” ujarnya.#Jaya.

1,926 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

51 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan