Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Modus Kadis Alirkan Uang Negara ke Rekening Pribadinya, ini Caranya

Modus Kadis Alirkan Uang Negara ke Rekening Pribadinya, ini Caranya
Ilustrasi

MAMUJU,MENIT7.Com – Modus operandi menguasai uang milik negara ratusan juta rupiah, berbagai cara dilakukan oleh oknum mantan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Sulawesi Barat, Ir. Andi Idris Mappakaya, mulai dari melalui transferan hingga mengambil  uang tunai melalui tangan orang lain.

Seperti diberitakan sebelum melalui media ini, bahwa ada dana sebanyak Rp615.716.625, mengalir masuk ke rekening pribadi oknum mantan kadis Idris Mappakaya. Dana-dan itu ditransfer oleh pemegang kas  bernama Subakir dan uang tunai oleh Ir. Masri Mangkepe.

Uang itu, diduga digunakan untuk kepentingan pribadinya, seperti membayar harga tanahnya di Jalan Nelayan Mamuju sebanyak Rp33.000.00-, pembayaran pinjaman pada Sekertariat Daerah Provisi Sulawesi  Barat, serta pinjaman lainnya.

Hasil audit Inspektorat Sulawesi Barat, yang diterima diperoleh menit7.com, bahwa Uang Untuk Dipertanggungjawabkan (UUDP)  tahun 2006, atau dana ini biasa disebut sisa anggaran yang seharusnya dikembalikan ke Kas Daerah justru mengalir masuk ke rekening kadis Idris Mappakaya.

Temuan audit Inspektorat, sebenarnya uang yang mengalir masuk ke rekening pribadinya mencapai Rp904.570.00 berdasar bukti-bukti transferan dan kwitansi. Namun sebagian dana itu dibayar melalui konpensasi atau dipotong melalui uang perjalanan dinas sang kadis.

Menurut hasil analisi Inspektorat, bahwa modus operandi yang dilakukan  Kadis Pertanian dan Peternakan Idris Mappakaya, dalam mengusai anggaran tahun 2006 sebesar  Rp904.570.000,- dengan cara, sengaja berada diluar daerah, kemudian meninta melalui telepon kepada Subakir sebagai pemegang kas untuk mentransferkan uang lewat nomor rekening pribadinya.

Dengan sengaja meminjam uang dibeberapa tempat, kemudian meminta kepada pemegang kas untuk membayarkan, atau dengan memerintahkan staf lain mengambil uang pada bendahara pemegang kas.

Tahapan traspeferan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan Inspektorat adalah.

1.Transferan tanggal 16 Oktober 2006 melalui Bank BPD cabang Makassar atas nama Ir Idris Mappakaya, sebanyak rp.10,000.000,-

2.Transferan tanggal 4 Oktober 2006 melalui Bank BPD Cabang Makassar atasnama Idris Mappaya sebanyak Rp.100.000.000,-

3.Transferan tanggal 1 September 2006 melalui Bank  BNI cabang Mamuju atasnama Idris  Mappaya sebanyak Rp.55.065.000,-

4.Tansfer tanggal, 18 Januari 2007 melalui Bank BPD cabang Makassar atas nama Ir Idris Mappakaya, sebanyak Rp.150.000.000,-

5.Transferan tanggal 26 Agustus 2007 melalui Bank BPD cabang Makassar atas nama Ir Idris Mappakaya, sebanyak Rp.150.000.000,-

6.Transferan tanggal 21 September  2007 melalui Bank BPD cabang Makassar atas nama Ir Idris Mappakaya, sebanyak Rp.8.000.000,-

7.Transferan tanggal 1 Agustus 2007 melalui Bank BPD cabang Makassar atas nama Ir Idris Mappakaya, sebanyak Rp5.000.000,-

8.Transferan tanggal 19 Juni 2006 melalui Bank BPD cabang Makassar atas nama Ir Idris Mappakaya, sebanyak Rp.200.000.000,-

9.Transferan tanggal 28 Juni 2016 melalui BRI cabang Veteran  jakarta Pusat atasnama Drs, Jhon WD Kakisina sebesar rp.3.005.000,-

10. Bukti Kwintansi tanggal 28 Juni 2006 sebesar Rp. 50.000.000,- diterima oleh Ir,. Masri S Mangkepe.

11.Bukti Kwintansi tanggal 28 Juni 2006 sebesar Rp. 25.000.000,- diterima oleh Ir,. Masri S Mangkepe.

12.Bukti Kwintansi tanggal 26  Agustus 2006 sebesar Rp. 10.000.000,- diterima oleh Ir,. Masri S Mangkepe.

13.Penggantian pinjaman kepada Dinas ESDM sebesar Rp.15.000.000,-

14.Bukti Kwitansi  tanggal 4 September 2006 sebesar Rp.33.000.000,- pelunasan harga tanah seluas 288 M2 milk Idris Mappakaya.

15.Pembayaran Pinjaman Idris  Mappakaya pada Sekertariat Daerah sebesar Rp.30.500.000,-

16.Pembayaran Pinjaman sementara kpada Kurniati,S.STP sebesar Rp.20.000.000,-

17 Panjar SPPD ke Jakarta Idris  Mappayakaya sebesar Rp. 15.000.000

18.Pembayaran Pinjaman  Kepala dinas Idrsi Mappakaya apad Sekertariat Daerah sebesar Rp. 15.000.000,-

Mantan kepala Dinas Pertanian dan Peternakan yang berusaha untuk dikonfirmasi melalui Ponselnya baikl SMS, tidak ada jawaban.

Sementara itu, Ir Masri Mangkepe, yang dikonfirmasi melaui phonselnya, mengakui memang pernah menerima uang dari bendahara atas perintah Kepala Dinas.

“ Sepengatahuan saya kasusnya telah selesai, karena waktu tim meinta kepada kami untuk membantu Pak Idris menyelesaikan utang, jadi kami bagi habis dengan beberapa teman,  termasuk saya waktu menyetor Rp70 juta, untuk jelasnya  hubungi saja Subakir pak karena dia yang kumpul uang itu,” jelas Masri.

Sementara itu Kabag Bantuan Hukum dan HAM Biro Hukum, Yustinus,SH, ketika dikonfirmasi diruang kerjanya beberapa hari lalu, mengatakan, berdasarkan datanya yang ada pada Biro Hukum, masih tersisa Rp445.716.625.#Tim/M7

3,266 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan