Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Minimarket Beroperasi Tapi Belum Ada Izin?

Minimarket Beroperasi Tapi Belum Ada Izin?

MAMUJU, MENIT7.Com – Panitia Khusus (Pansus) Minimarket DPRD Mamuju, bersama dengan pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Mamuju telah menyelenggarakan rapat pembahasan tentang izin pendirian pasar modern, Rabu, (27/9/2017)

Rapat yang berlangsung di lantai II Kantor DPRD Mamuju ini dihadiri Ketua Pansus Mini Market, Ado Mas’ud dan Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Mamuju, Sahmin Lihawa dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Mamuju Hamdan Malik, anggota Pansus Febrianto Wijaya, Masram Jaya dan Nurdin Tolla.

Sebelumya pembahasan Minimarket, sempat mengalami ketertundaan, dikarenakan belum rampungnya kelengkapan berkas Minimarket.

Dalam rapat itu, Ketua Pansus Minimarket DPRD Mamuju, Ado Mas’ud mempertanyakan soal Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pendirian Minimarket yang ada di Mamuju.

“Dokumen ijin lingkungan Mini Market ini, seharusnya ada tapi kenapa pihak dari eksekutif tidak melampirkan itu, padahal kita sudah ketahui bahwa beberapa bulan yang lalu pembahasan Mini Market ini sempat tertunda karena belum adanya isin Lingkungan Mini Market ini,” tanya Ado dari legislator PDI P ini.

Ado Mas’ud saat memimpin rapat menyebutkan, bahwa pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi, pasalnya belum ada dokumen Amdal secara tertulis dilampirkan oleh pihak Pemda Mamuju.

”Kami meminta dokumen ijin Amdal itu, apakah bisa dibuktikan. Jangan hanya diungkapkan tanpa ada buktinya secara tertulis, dalam bentuk dokumen,” ungkap Ado.

Hal berbeda disampaikan anggota Pansus DPRD Mamuju, Febrianto Wijaya legislator Demokrat. Menurutnya setiap orang yang telah menanamkan investasinya, maka tetap mengacu kepada aturan yang berlaku di daerah tersebut.

“Kita selau menghargai para investor yang masuk didaerah kita dan selalu ramah terhadap para investor. Namun para Investor juga harus mengikuti persyaratan dan ketentuan yang ada di daerah kita,” cetusnya.

Masram Jaya menuturkan bahwa, Mini Market tersebut seharusnya juga telah memasarkan produk lokal yang ada di Kabupaten Mamuju.

“Mini Market ini seharusnya juga menjual produk-produk lokal, dan produk lokal itu tentunya juga diatur seperti apa mekanisme penjualannya,” tutur Masram Jaya.

Nurdin Tolla dalam rapat tersebut berharap bahwa, dari 27 keberadaan Minimarket yang sudah ada di Kabupaten Mamuju seharusnya tidak lagi dilakukan penambahan.

“Sesuai dengan rapat awal bulan yang lalu, tidak akan ada lagi ijin yang keluar untuk pendirian Mini Market, ini cukup 27 Minimarket yang ada di Kabupaten Mamuju,” harapnya.

Pada rapat dilaksanakan pada jam kedua ini, Kepala Bagian ekonomi Pemerintah Kabupaten Mamuju, Sahmin Lihawa menyampaikan bahwa diawal pemberian ijin pendirian Mini Market, bukan sebuah syarat utama Analisi Dampak Lingkungan (Amdal)

“Di awal pemberian ijin pendirian Mini Market, kami tidak masukkan ijin Amdalnya karena sudah ada Ijin Gangguan (HO),” urainya.

Hal berbeda yang disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Mamuju, Hamdan Malik menuturkan bahwa, pihaknya sudah mengeluarkan izin Lingkungan pendirian Minimarket.

”Kami sudah mengeluarkan surat pernyataan pengelola izin Amdal pendirian Minimarket ini pada bulan April 2017 yang lalu,” terangnya. (Sir/M7)

2,790 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

51 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan