Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Mengaku Paspanpres, Jual Mobil Bodong

Mengaku Paspanpres, Jual Mobil Bodong
Arjo saat melapor ke Polda Sulbar. (Foto-M7 1)

MAMUJU, MENIT7- Maksud hati ingin memiliki mobil, namun apa hendak dikata mobil yang diharapkan ternyata di impikan itu diduga dari hasil kejahatan berupa mobil bodong dari salah satu finace yang digelapkan pelaku.

Seperti dialami warga Karossa Arjo (53) melapor ke Reskrimum Jatanras Polda Sulbar, Selasa (12/9/2017).

Ia mengaku ditipu dari Irf mengaku Pasukan Pengawal Presiden (Paspanpres) sama oknum PNS bekerja di Dinas Pertanian Pasangkayu, Kabupaten Mamuju Utara bersama salah satu rekannya, mengaku wartawan.

Awal kejadiannya pada bulan Agustus 2017, korban memberikan uang sebesar Rp100 juta untuk membayar mobil yang dipesan korban, disaat uang yang diterima pelaku, tapi surat-surat belum diserahkan kepada korban. Dengan alasan STNK dan BPKB nanti menyusul. Dengan iming- iming pihak korban menyerahkan uangnya lagi RP20 juta.

Mobil ditangan, tetapi STNK dan BPKB belum diterima, hanya sekira 4 bulan mobil dipakai korban, mobil tersebut diambil ADIRA Finace, dengan dasar mobil Avanza yang dipakai korban adalah mobil yang digadaikan di Irf.

Menurut, korban mobil itu dibeli melalui perantara Rmd dan Bhr dari Irf.

“Saya ditipu, awalnya saya dijanjikan mobil Avanza dengan surat-surat lengkap, dari I dibantu dari rekannya Bhr dan Rmd kerja di PNS Pertanian Pasangkayu, dan mengaku dari wartawan,” ucal korban kepada Menit7.com saat dimintai keterangannya, di ruang pelaporan Rekrimum Jatanras, Polda Sulbar, Selasa (12/9/2017) sekira pukul 14.00 WITA.

Dirinya mengaku, datang melapor ke Polda, karena uang dijanjikan terkait mobil yang dia beli, sisanya Rp80 juta.

“Saya melapor, karena dia sudah tidak ada etikat baik untuk mau mengembalikan uang saya sisa Rp80 juta, dan handphone mereka sudah tidak aktif dan juga tidak mau angkat,” ucapnya.

Melalui Kasubdit III Reskrimum Jatanras, Polda Sulbar, AKBP Andi Mappejaji,SH. Pelapor sudah diterima dimintai keterangannya perihal masalah yang dialaminya.

“Kita sudah terima laporannya, sementara dimintai keterangan pelapor, untuk dilanjutkan persuratan kepada terlapor,” ucapnya.

Andi Mappejaji, juga menyampaikan kepada pihak masyarakat, agar berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli mobil, jangan teriming-iming dengan harga yang murah.

“Saya sampaikan kepada pihak masyarakat, tetap waspada dalam transaksi jual beli kendaraan baik roda dua dan empat, jangan teriming-iming harga murah, bisa-bisa dapat kendaraan bodong dan akan rugi dan berhadapan penegak hukum,” ungkapnya.(M7 1)

2,670 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

172 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan