Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Masyarakat Karossa Akan Demo Polres “Metro” Mamuju

Masyarakat Karossa Akan Demo Polres “Metro” Mamuju

MAMUJU TENGAH, MENIT7.com – Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari tim Saber Pungli Polres Metro Mamuju diduga penuh rekayasa kepada salah satu Staf  Kecamatan Karossa Kaharuddin. Penangkapan Kaharuddin dilakukan Tim Saber Pungli Polres “Metro” Mamuju pada Selasa (6/2/2018) lalu, menimbulkan sejumlah pertanyaan kepada masyarkat.

Hal itu diungkapkan kepada Menit7.com disaat dimintai keterangannya di Karossa, Kabupaten Mamuju, Senin (12/2/2018)

Hal itu dikatakan Atik salah satu warga  dia mengakui, sejak tahun 2010 sejak pengurusan sertifikat tanah, baru bulan November 2017bisa di keluarkan, tapi saat Kaharuddin bisa mengeluarkan sertifikat tanah, kenapa bisa dijerat hukum.

“Jujur kami rasakan perjuangan Pak Kaharuddin, baru beliau bisa urus pengeluaran sertifikat, dimana hampir 7 tahun surat tanah tersebut tak bisa keluar. Jika pihak Polres Mamuju tidak mau memberi penangguhan dan melepaskan Pak Kaharuddin masyarakat akan demo,” ucapnya.

Ditempat yang sama Musafrid Kepala Dusun Durikumba, menuturkan bahwa apa yang dilakukan Kaharuddin kepada masyarakat Karossa dalam hal pengurusan sertifikat tanahnya, dia merasa berterimakasih. Apalagi yang dituduhkan terkait OTT itu tidak benar, karena yang memberi tidak ditangkap, bahkan baru lima menit usai penyerahan uang jasa kepada Kaharuddin.

“Ada rekayasa, dilakukan pihak aparat kepolisian. Yang diberitakan di media OTT padahal tidak ketangkap tangan, hal menjadi pertanyaan warga, bahkan Rahman tidak ditangkap dan masih bebas berkeliaran di Karossa, hal ini dapat menimbulkan benih konflik di masyarakat. Jika pihak aparat membebaskan pak Kaharuddin, kita akan demo ke Polres Mamuju,” ucapnya dihadapan sejumlah warga.#Jay/M7.

880 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan