Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Masa Akhir Beringin di Polman

Masa Akhir Beringin di Polman

OPINI- Beredarnya issu tentang rekomendasi usungan Golkar ke mantan kadernya membuat partai pohon beringin ini menjadi perbincangan, lagi-lagi partai politik membuat kegaduhan ditengah publik.

Rakyat menilai, rakyat juga yang menentukan kepantasan partai maupun figurnya, ketika surat yang beredar itu real sebagai rekomendasi calon bupati yang dialamatkan ke Bupati Polman, maka Golkar telah kehilangan kredibilitasnya sebagai partai besar di Polman, karena mengusung Patahana yang notabene telah keluar dari Golkar.

Maka jika itu terjadi, rivalitas Golkar dan Demokrat kembali memberi sinyal, bahwa ke dua partai penguasa di Sulbar ini akan kembali berseblahan di Pilbup Polman 2018.

Sebuah fakta yang masih hangat di ingatan kita bahwa pencapaian Golkar di Polman pada Pilgub lalu bukan karna manuver partai, tetapi karna sebuah ketokohan kandidatnya yang memiliki kans politik yang memang real di Polman.

Kendati demikian Golkar memang sebagai partai yang besar serta memiliki mesin politik yang lengkap, tetapi kebesaran ini akan gugur seiring dengan usungannya ke kandidat yang telah menghianati partai beringin tersebut.

Demokrasi jangan di maknai hanya sebagai alat untuk merebut atau mempertahankan kekuasaan, tetapi demokrasi mesti dimaknai sebagai proses pembelajaran politik yang mencerdaskan. Keteguhan dalam menjaga konsistensi juga merupakan bekal didalamnya.

Rekomendasi yang dikeluarkan Golkar justru membuat partai beringin ini kehilangan marwahnya, kemapanan sebagai partai yang besar akan gugur karena di anggap tidak memiliki kader lain untuk di usung.

Belum lagi ketika Pak Salim yang akan ikut kembali bertarung di Pilbup Polman, maka Golkar dengan mesin politiknya hanya akan menjadi beringin yang layu ditengah ketokohan rivalnya yang memiliki kans yang tergolong besar ini, ditambah lagi jika menyatunya pendukung SDK di Pilgub lalu yang notabene tidak puas dengan kebijakan bupati saat ini.

Statemen yang di muat di beberapa media yang menganggap Demokrat tidak akan mampu menjadi ancaman yang serius bagi AIM di Pilbup 2018 adalah sebuah pemikiran yang keliru, yang justru hanya akan mendeskreditkan AIM. bagi saya demokrat tanpa figur yang ideal memang tidak akan bisa berbuat banyak, tetapi demokrat dengan figur yang ideal dan kompetitif adalah ancaman bagi rivalnya.

Jika keputusan Golkar tidak di anulir maka ini adalah masa akhir dimana Golkar hanya akan tinggal sejarah sebagai partai penguasa di kabupaten terpadat di Sulbar ini.

Penulis: Herman Kadir (Hervhol)
Pendiri Gerakan Pemuda Mahasiswa Demokrasi (GPMD)

3,094 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan