Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Mangkir, Kejati akan Panggil Paksa Munandar Wijaya dan Harun

Mangkir, Kejati akan Panggil Paksa Munandar Wijaya dan Harun

MAMUJU, MENIT7.com – Kasus dugaan korupsi APBD Sulbar 2016 terkait pokok-pokok pikiran (pokir) mejadikan ke empat tersangka diantara Ketua DPRD Sulbar, Andi Mappangara dan wakilnya Hamzah Hapati Hasan, Munandar Wijaya dan H.Harun.

Akhirnya, Andi Mappangara dan Hamzah Hapati Hasan ditahan pihak Kejati Sulselbar.

Melalui pesan press release Kasie Penerangan Hukum (Penkum) Kejati, Salahuddin,SH via WhatsAap (WA) di grup.

Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan telah melakukan penahanan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Barat TA 2016 terhadap ke dua orang tersangka Andi Mappangara Ketua DPRD Sulbar dan Hamzah Hapati Hasan selaku wakil ketua DPRD.

Penahanan dilakukan berdasarkan surat perintah Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati)  Sulawesi Selatan Nomor: PRINT-688/R.4/Fd.1/12/2017 dan PRINT-689/R.4/Fd.1/12/2017  tanggal 11 Desember 2017 untuk selama 20 hari sampai dengan tanggal 30 Desember  2017 di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) Klas I A Makassar.

Dalam perkara tersebut, para tersangka dalam kapasitasnya sebagai Pimpinan DPRD Provinsi Sulawesi Barat diduga  terlibat dalam praktek penyimpangan pengelolaan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Barat TA 2016 sehingga menyebabkan kerugian keuangan negara sekitar Rp80 milliar.

Penahanan yang dilakukan oleh penyidik pada hari ini merupakan wujud komitmen Kejati Sulsel dalam mendorong percepatan penuntasan perkara dugaan tindak pidana korupsi APBD Sulbar 2016.

Ke dua tersangka lainnya Munandar Wijaya dan Harun juga selaku Wakil Ketua DPRD mangkir, akan dipanggil paksa dari pihak Kejati.

“Selanjutnya penyidik akan kembali melakukan pemanggilan terhadap dua orang tersangka lainnya yang belum memenuhi panggilan, pemeriksaan pada hari ini melalui upaya paksa,” kata Salahuddin.#Kpn/Jay/M71.

2,826 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

No Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan