Pemerintah Kabupaten Mamuju~Mewujudkan Mamuju yang Maju, Sejahtera dan Ramah

Lurah Gunung Linggai “Main Tanah” Bisa Dipidana

Lurah Gunung Linggai “Main Tanah” Bisa Dipidana

SAMARINDA, MENIT7.com  – Lurah Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang, Saripudin La Bario terancam terkena kasus pidana. Pak Lurah tersebut disangka menyerobot tanah milik Pemkot Samarinda di sekitaran Makroman, Kecamatan Sambutan. Yang bikin pemkot kesal, tanah yang diklaim milik pribadi itu kabarnya disewakan ke perusahaan tambang dan duitnya ternyata masuk ke kantong pribadi.

“Itu lahan pemkot. Jelas dan punya sertifikat,” kata Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin. Dikatakannya, jika terjadi penyerobotan, pihaknya punya bukti lengkap. “Tidak perlu khawatir. Kami bisa buktikan kelengkapan data,” tutur dia.

Dia menjelaskan, jika benar yang bersangkutan itu menyerobot aset pemkot, maka lurah itu bisa dipidana. “Makanya kami minta inspektorat untuk memeriksa permasalahan tersebut. Nanti akan keluar rekomendasi dari mereka,” ucap Sugeng.

Dia melanjutkan, peran Inspektorat Daerah (Itda) Samarinda menjadi vital pada persoalan ini. Hanya, hasil pemeriksaan belum keluar, karena prosesnya baru berjalan. “Lebih baik ditunggu saja hasilnya (pemeriksaan). Jika sudah ada hasil, pemkot akan mengambil sikap. Kami akan tegas soal ini,” ungkapnya.

Diceritakannya, di Makroman memang ada lahan yang dihibahkan kepada TNI. Sisanya ada sekitar 40 hektare. Di sekitar kawasan yang sama, ada lahan lain milik pemkot yang luasnya 105 hektare. “Nah, bagian mana tanah yang diserobot belum diketahui. Semua akan dibuktikan lewat pemeriksaan internal,” kata Sugeng.

Ditemui terpisah, Inspektur Itda Samarinda M Yamin mengatakan pihaknya belum melakukan pemeriksaan kepada lurah tersebut. Kendati surat permohonan pemeriksaan internal sudah diterima dari Badan Pendidikan dan Kepegawaian Daerah (BPKD). Kini pihaknya sedang membuat proses pembuatan surat tugas.

“Kami tak bisa memeriksa tanpa surat tugas,” tuturnya. Namun, Yamin memastikan, saat ini proses pemeriksaan administrasi telah dijalankan. “Yang jelas masih berproses. Tunggu saja sampai selesai,” pintanya.

Kasus itu ternyata sudah bergulir di polisi. Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Sudarsono menyampaikan, Saripudin dilaporkan oleh warga atas tuduhan penyerobotan lahan.

“Jadi ada dua tuduhan pada terlapor. Mengenai penyerobotan dan pemalsuan dokumen,” beber Sudarsono. Saripudin sendiri sudah beberapa kali dipanggil untuk dimintai keterangan. “Nanti akan dipanggil lagi. Pemeriksaan masih berproses,” kata dia.

Sudarsono menjelaskan, tanah milik warga yang diduga diserobot itu ada di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan. Luasnya sekitar 45 hektare dan tanah Pemkot Samarinda dengan dugaan yang sama mencapai 5 hektare. “Semuanya diakui Saripudin miliknya. Itu berdasarkan dokumen yang dimilikinya. Sekarang tanah masih digarap perusahaan batu bara,” sebutnya. #*/sp/ed m7.

4,082 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini

51 Responses

Tinggalkan Balasan

Dibagikan